x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Terkait Dugaan Korupsi Dana Pemutakhiran Rp 3,5 M

Hari Ini, Dua Staf Dispenduk Surabaya Diperiksa Polda Jatim

Rabu, 24 Agustus 2011 11:42 WIB (3 years yang lalu)Editor:
Hari Ini, Dua Staf Dispenduk Surabaya Diperiksa Polda Jatim - Terkait Dugaan Korupsi Dana Pemutakhiran Rp 3,5 M - Kasus dugaan korupsi di Dishub Surabaya mulai dilidik secara mendalam oleh Polda Jatim. Hari ini, Rabu (24/8/2011), dua orang staf bakal diperiksa kembali. (foto: Ruang Pelayanan Dishub Surabaya)

Kasus dugaan korupsi di Dishub Surabaya mulai dilidik secara mendalam oleh Polda Jatim. Hari ini, Rabu (24/8/2011), dua orang staf bakal diperiksa kembali. (foto: Ruang Pelayanan Dishub Surabaya)

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Untuk menggali banyak data terkait kasus dugaan korupsi proyek Pemutakhiran Data Kependudukan tahun 2010 di Dispenduk Capil, hari ini, Rabu (24/8) Subdit Tindak Pidana Korupsi (Pidkor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimus) Polda Jatim kembali memeriksa 2 saksi dari staff Dispenduk Capil.

Hanya saja, siapa dua staff yang dijadwalkan diperiksa pihak Sat Pidkor Polda Jatim, masih belum diketahui. “Untuk keterangan tambahan, akan kita periksa hari ini dua stff Dispenduk,” ujar Kanit IV Satpidkor Kompol Suminto, Rabu (24/08/2011).

Baca juga: 15 Kejari di Jawa Timur dapat rapor merah dan Pilpres, Polisi gelar razia di perbatasan, amankan senjata angin

Hal senada disampaikan oleh Kasat Tipikor Polda Jatim AKBP Edwan Syaiful. “Setelah pemeriksaan dua saksi tambahan, baru secepatnya akan kita lakukan gelar perkara,” ujarnya.

Edwan menambahkan, gelar perkara ini bertujuan untuk menganalisa dan mengevaluasi hasil penyelidikan yang telah dilakukan, serta untuk acuan apakah kasus ini bisa ditingkatkan dari lidik menjadi sidik.

Seperti diketahui, proyek pemutakhiran data kependudukan tahun 2010 senilai Rp 3,5 miliar diduga diselewengkan dengan cara ‘menyunat’ honor petugas pemutakhiran data. Namun, hal itu kini masih dalam penyelidikan pihak Polda Jatim. ALI/LI-10

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty