x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Staf Ahli Menakertrans

Dita Indah Sari, Aktivis Yang Lahir di Tengah Rezim Soeharto

Selasa, 06 September 2011 12:59 WIB (3 years yang lalu)Editor:
Dita Indah Sari, Aktivis Yang Lahir di Tengah Rezim Soeharto - Staf Ahli Menakertrans - Dita Indah Sari

Dita Indah Sari

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Ditengah rezim otoriter Soeharto, lahirlah seorang aktivis bernama Dita Indah Sari. Dia merupakan aktivis perempuan yang tahan banting dan berjuang melawan tirani.

Aktivis cantik ini lahir di Medan, Sumatera Utara, 30 Desember 1972. Dia adalah anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan Adjidar Ascha dan Magdalena Willy F Firnandus.

Baca juga: Shiva, pencipta kedaulatan pangan India bahas sistem pangan di UI dan Aktivis reformasi 1998 Surabaya malah dukung Prabowo-Hatta

Sejak muda, dia mengabdikan diri untuk memperjuangkan nasib buruh. Dunia gerakan mulai dikenalnya ketika menjadi mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 1991. Pada tahun 1992 ia bergabung dengan Forum Belajar Bebas, sebuah kelompok studi mahasiswa progresif yang membahas persoalan demokrasi dan keadilan sosial.

Berlanjut dari kelompok studi, Dita kemudian menjadi organisator buruh di daerah Tangerang, Bogor, dan Pluit mulai tahun 1993, sampai pada tahun 1994 bersama kawan-kawan yang lain mendirikan Partai Rakyat Demokratik.

Setelah berjuang di jalanan, sejak akhir 2010 lalu, Dita dipercaya sebagai staf ahli sekaligus juga juru bicara Menakertrans Muhaimin Iskandar.

Banyak orang yang mencibir sikap Dita yang masuk lingkar kekuasaan hanya sebagai bentuk nafsu keduniawian. Sehingga menyebabkan ia lupa terhadap perjuangan buruh yang dulu ia gembar-gemborkan.

Namun, Dita buru-buru membantahnya. Ditemui disela-sela halal bihalal Menakertrans, Muhaimin Iskandar, beberapa waktu lalu, Dita merasa pilihan yang ia ambil adalah murni untuk memperbaiki nasib buruh agar lebih baik.

“Saya lebih tertantang ketika masuk dalam sistem. Karena kita dipacu untuk mencari solusi permasalahan buruh yang ada.,” katanya kepada LI.com beberapa waktu lalu.

Namun, apa yang ia cita-citakan ternyata tak semudah yang diangankan. Dalam konteksnya banyak hambatan yang dialami untuk memperbaiki nasib buruh.

“Contohnya saat ini, ketika kita fokus dengan posko THR lebaran, eh malah muncul kasus suap Kemenakertrans,” imbuhnya.

Mau tidak mau, konsentrasi untuk posko THR sedikit terpecah dan terbagi terhadap kasus suap senilai Rp 1,5 miliar terkait proyek Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah bidang Transmigrasi di 19 kabupaten di Indonesia.

Kasus ini sendiri melibatkan kuasa Direksi PT Alam Jaya Papua, Dharnawati dan dua anak buah Muhaimin, yakni Sekretaris Ditjen Pembangunan Kawasan Transmigrasi I Nyoman Suisnaya dan Kepala Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan Dadong Irbarelawan. ARI/LI-10

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty