x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Setelah Lokalisasi Semampir "Ditutup", WPS Liar Bersemi

Seks Rp 50 Ribu di Kediri Laris Manis, Sebulan Habiskan Kondom 600 Biji

Minggu, 18 September 2011 12:50 WIB (3 years yang lalu)Editor:
Seks Rp 50 Ribu di Kediri Laris Manis, Sebulan Habiskan Kondom 600 Biji - Setelah Lokalisasi Semampir "Ditutup", WPS Liar Bersemi - Sejak Lokalisasi Semampir Ditutup, Praktek WPS Liar Subur

Sejak Lokalisasi Semampir Ditutup, Praktek WPS Liar Subur

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Eks lokalisasi Semampir yang berlokasi di kolong jembatan –alur sungai Brantas– kota Kediri, masih menjadi idola para lelaki hidung belang. Hanya merogoh kantong Rp 50 ribu, bisa menikmati tubuh para Penjual Sek Komersial (PSK).

Dari pantauan lensaindonesia.com, rata-rata setiap hari eks lokalisasi Semampir ini ramai dikunjungi para lelaki hidung belang, alias laris manis. Untuk mengurangi penyakit kelamin yang tertular saat berhubungan seks, Komisi Penangulangan Aids Daerah (KPAD) kota Kediri gencar melakukan sosialisasi penggunaan kondom saat berhubungan seks komersial itu.

Kebutuhan kondom di eks Lokalisasi Semampir, setiap bulan mencapai 600 biji. Tingginya kebutuhan kondom, tentu saja seiring padatnya jumlah pengunjung di tempat prostitusi bawah Jembatan itu. Mereka seperti tak peduli meski lokasinya yang liar itu berada di bawa Jembatan. Pengunjung ini ada yang menjadi pelanggan tetap lokalisasi Semampir sebelum ditutup Pemkot Kediri.

Faktor animo pengunjung yang berpengaruh terhadap pemakaian kondom, Sukemi Ketua RT 2/RW 5 Semampir mengungkapkan, kebutuhan kondom itu setiap bulan disuplay KPAD setempat secara gratis.

Kondom-kondom itu mencukupi kebutuhan sekitar 190 Wanita Pekerja Seks (WPS) yang selama ini beroperasi di eks Lokalisasi Semampir. “Bila suplay KPAD tidak mencukupi, biasanya ada yang menjual kondom eceran kepada para pengguna jasa prostitusi,” kata Kemi kepada LIcom, Minggu (18/9/2011).

Kebanyakan kondom yang dipakai adalah jenis kondom laki-laki. Menuurut Kemi, pengurus eks Lokalisasi Semampir sebagian besar berasal dari Kediri. Para PSK kebanyakan datang dari luar kota Kediri karena himpitan ekonomi. aka/LI04

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty