x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Farid Rahman Ditunjuk Mediatori Kedua Kubu

PSSI Deadline Dualisme Persebaya Hingga 26 September

Kamis, 22 September 2011 14:37 WIB (3 years yang lalu)Editor:
PSSI Deadline Dualisme Persebaya Hingga 26 September - Farid Rahman Ditunjuk Mediatori Kedua Kubu - Ketua PSSI, Djohar Arifin Husein

Ketua PSSI, Djohar Arifin Husein

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Titik terang seputar dualisme kepengurusan Persebaya dibawah PT Persebaya Indonesia dan PT Mitra Inti Berlian Muda diharapkan segera berakhir. Pasalnya, Farid Rahman, Wakil Ketua PSSI ditunjuk langsung untuk menjadi mediator kedua kubu tersebut.

Rapat Komite Eksekutif PSSI di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta yang berakhir, Kamis (22/9/2011) dini hari, memutuskan untuk memberi kesempatan pada klub yang terjadi dualisme kepemimpinan sampai batas 26 September sebelum dilakukan verifikasi dari AFC.

Baca juga: Direktur Utama Persebaya angkat bicara soal tunggakan gaji pemain dan Agenda uji coba Persebaya kembali berantakan

Djohar Arifin Husein, Ketum PSSI, menjelaskan, bahwa tak hanya Persebaya saja yang harus menyelesaikan dualisme pengelolahannya. Namun, Arema Indonesia dan Persija juga diharuskan segera memenuhi persyaratan dari PSSI jika ingin berlaga di Liga Indonesia, yang mempunyai format satu wilayah dengan 24 tim peserta.

“Kita beri kesempatan agar mereka (Persebaya, Arema Indonesia, Persija) untuk segera menyelsaikan persoalan di tingkat internal. Persema Malang, Persibo Bojonegoro, PSM Makassar dan PSMS Medan juga akan kita beri kesempatan untuk bisa menyelesaikan permasalahannya agar semua klub bisa tampil di Liga Indonesia untuk mencapai 24 klub peserta,” ungkapnya.

Sementara, anggota Exco yang juga Ketua Pengprov PSSI Jatim, La Nyalla Mattiliti menjelaskan, bahwa kasus tiga klub masih dipertimbangkan PSSI. “Persija pending, (harus) ditanyakan kepada Gubernur. Arema, milik M Nur yang diputuskan. Persebaya harus merger,” ungkap La Nyalla dalam pesan singkatnya melalui BBM (Blackberry Messager).

Namun demikian, untuk format kompetisi tetap satu wilayah sesuai amanat Kongres Bali. “Tetapi untuk sesuai pasal 37 Komite Eksekutif berhak menentukan jumlah klub. Maksimal 24 klub,” tambah Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husein. CAT/LI-10

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty