x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Usia Diperkirakan Belasan Tahun

Pelaku “Bom Bunuh Diri” Diduga Simpan Bom di Sekitar Perut

Minggu, 25 September 2011 19:01 WIB (3 years yang lalu)Editor:
Pelaku “Bom Bunuh Diri” Diduga Simpan Bom di Sekitar Perut - Usia Diperkirakan Belasan Tahun - Kondisi mayat pelaku "bom bunuh diri" nampak bagian perutnya jebol.

Kondisi mayat pelaku "bom bunuh diri" nampak bagian perutnya jebol.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM:  Pelaku Bom “Bunuh Diri” di Gereja Kepunton Solo, Minggu (25/9), belum diketahui pasti identitasnya. Tapi, dari ciri-ciri fisiknya, pelaku diperkirakan berusia belasan tahun.

Ini bisa dibuktikan dari foto pelaku yang terkapar di pintu masuk gereja. Pelaku mengenakan celana warna gelap, dan berkemeja lengan panjang yang dilipat pendek. Cara memakai baju pun dimasukkan ke dalam celana.

Baca juga: Bom meledak di Stasiun Volgograd, 15tewas, 30luka, tidak ada WNI dan DPR: Anggaran penanganan teroris tidak efektif

Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo dalam keterangan persnya usai memeriksa TKP, mengatakan masih dilakukan penyelidikan terhadap mayat pelaku. “Masih dilakukan penyelidikan. Mudah-mudahan akan cepat terungkap,” kata Kapolri menjawab pertanyaan wartawan, Minggu sore ()25/9).

Menurut keterangan yang dihimpun lensaindonesia.com, jemaat gereja maupun anggota Satpam sebelum kejadian tidak  melihat ada tanda-tanda mencurigakan. Susana kebaktian saat para jemaat memasuki gereja juga berjalan normal.

Ketika kebaktian yang baru saja berlangsung, mendadak terdengar suara ledakan cukup keras, tepatnya di pintu masuk. Karena, situasinya jemaat sedang keluar gereja, praktis mereka inilah yang kemudian terkena serpihan bom itu.

“Saya terkejut, mendengar ada suara bom itu. Semua di dalam gereja panik. Kebetulan, saya berada di dalam gereja,” kata jemaat wanita ini.

Sasaat setelah terdengar suara ledakan keras itu, pelaku terlihat sudah terkapar di pintu masuk. Dari mayat pelaku, menurut keterangan para jemaat, terindikasi bahwa bom itu disimpan di balik baju pelaku, tepatnya sekitar perut. Ini karena yang terlihat hancur di bagian perut. Sedangkan bagian kepala masih terlihat utuh.

Pelaku mengenakan kaca mata, dan kacamatanya terpental tak jauh dari posisinya tubuhnya. Tas yang dibawa pelaku tidak terlihat rusak. Diduga tas ini dibawa biasa dan tidak digunakan untuk menutupi bom yang ditaruh di balik bajunya. Juga ada dugaan tas tersebut untuk memantik bom.

Tapi, Kapolri saat menjawab pertanyaan wartawan, tidak menjelaskan secara rinci terkait teknik pelaku meledakan bom tersebut. “Kita tunggu saja hasil penyelidikan,” kata Kapolri. ary/ram/jey/LI04




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty