x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Hak Siar Masih Enam Tahun Lagi

Kontrak Rp 100 Miliar Terancam Buyar, PSSI ‘Selingkuhi’ ANTV demi MNC

Kamis, 13 Oktober 2011 08:05 WIB (3 years yang lalu)Editor:
Kontrak Rp 100 Miliar Terancam Buyar, PSSI ‘Selingkuhi’ ANTV demi MNC - Hak Siar Masih Enam Tahun Lagi - Selama 18 tahun ANTV menyiarkan tayangan Liga Super Indonesia.

Selama 18 tahun ANTV menyiarkan tayangan Liga Super Indonesia.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Stasiun televisi ANTV menyesalkan sikap PSSI yang secara sepihak berencana mengalihkan hak siar Liga Super Indonesia untuk musim 2011/2012 ke stasiun televisi lain.

Seperti diberitakan, PSSI berencana menjalin kerjasama dengan grup MNC terkait hak siar untuk musim depan. Hal ini tentu saja melanggar perjanjian dengan pihak ANTV sebelumnya. Pasalnya, PSSI masih terikat kontrak dengan ANTV sampai enam tahun ke depan.

Baca juga: La Nyalla minta maksimalkan ujicoba di semua aspek dan PSSI Jatim tak bertaji hadapi Sidoarjo

“Pada 2007 ANTV membeli TV Right (hak siar) pada bidding terbuka. Kalau tidak salah ada Trans ketika itu, lalu juga ada tvOne. Kita dapat, dan kita bayar Rp 100 miliar di tangan,” kata Deputi Direktur Sports ANTV, Reva Deddy Utama, dalam jumpa pers di Lagunas Resto, Senayan, Jakarta, Rabu (12/10).

Kontrak itu berjalan dan dihormati sampai adanya pergantian pengurus PSSI pertengahan tahun ini. ANTV pun coba melakukan komunikasi dengan kepengurusan PSSI yang baru demi melanjutkan komitmen yang telah disepakati.

“Tanggal 12 September kami mengirim surat ke PSSI tepatnya kepada pak Tri Gustoro sebagai Sekjen, tembusan kepada Pak Farid Rahman dan Pak Djohar (Arifin). Isinya membicarakan masalah ANTV sebagai TV Partner di Liga Indonesia. Tapi, tidak ada jawaban.”

ANTV kemudian kirim surat lagi 25 September, namun juga tak mendapat respon dari PSSI. “Lalu, tiba-tiba kami lihat di media, PSSI akan melakukan  bidding. Kami sebagai pemegang TV Right hanya bisa diam. Setahu kami tidak ada bidding karena TV Right itu sudah milik kami.  Kabarnya, PSSI mengundang beberapa TV. Tapi, itu hanya berdasarkan omongan.”

Pada tanggal 4 Oktober ANTV pun akhirnya dipanggil PSSI.  “Di sana Pak Farid Rahman menyampaikan bahwa ada satu TV yang melakukan penawaran. Sekarang, ANTV diminta berani tidak memberikan penawaran. Kami siap melakukan review kontrak. Tapi, kami tidak mau ini ada bidding, karena bagi kami, kamilah pemegang right-nya.”

Untuk membuat penawaran resmi, ANTV kemudian meminta kepada PSSI untuk memberi jadwal pertandingan. Karena, dari jadwal itulah mereka bisa menghitung harga dari pertandingan-pertandingan tersebut.

“Berapa siaran langsungnya, berapa siaran tundanya. Jadwal itu baru dikirim tanggal 7 Oktober jam 6 sore.  Setelah kami pelajari ini jadwalnya enggak bener. Ada 552 pertandingan selesai dimainkan dalam waktu tujuh bulan. Setiap Rabu dan Minggu bertanding. Bahkan, jadwalnya itu ada tim yang bertanding Sabtu dan Minggu bertanding lagi.”

Karena jadwalnya tidak beres, ANTV menilai tak mungkin melakukan penawaran. “Kami kemudian mengirim surat tanggal 11 Oktober kepada PSSI yang mengatakan jadwal kurang lengkap sehingga kami tidak bisa memberikan penawaran dan berharap diberikan jadwal yang benar. Sampai hari ini PSSI tidak ada balasan. Tahu-tahu PSSI mengatakan bahwa ANTV tidak memberikan respon positif atas yang terjadi.”

Reva sendiri sangat menyesalkan sikap PSSI yang dianggapnya sangat tertutup. Namun pihak ANTV tetap berharap PSSI mau menghormati kontrak yang sudah berjalan. Jika PSSI tetap memberikan hak siar kepada TV lain, maka ANTV tidak segan-segan akan membawa masalah ini ke meja hijau.

“Kita bisa menggugat PSSI dan menggugat MNC. Ini TV RightTV Right ini barang sengketa. Nanti bisa masuk pengadilan. Kita siap menempuh jalur hukum. Kami juga tentu akan siapkan pengacara, tapi sekali lagi kami berharap itu tidak terjadi. Tidak perlulah hubungan 18 tahun jadi rusak gara-gara ini,” tuntas Reva.noviar/LI-07




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty