x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Jelang Sumpah Pemuda, Mahasiswa Demo

Pemerintahan SBY-Boediono Kembali ke Jaman Penjajahan

Kamis, 27 Oktober 2011 02:34 WIB (3 years yang lalu)Editor:
Pemerintahan SBY-Boediono Kembali ke Jaman Penjajahan - Jelang Sumpah Pemuda, Mahasiswa Demo - Mahasiswa demo menentang pemerintahan SBY-Boediono.

Mahasiswa demo menentang pemerintahan SBY-Boediono.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Menjelang Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober, sejumlah elemen pemuda dan mahasiswa dari SMI, GMNI, IMM, SEBUMI, KOPI, BEM FIS Unesa dan BEM hukum Unair yang tergabung dalam Komite Aksi Rakyat (KAR) menggelar aksi pemanasan dalam bentuk  mural dan mimbar bebas di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya Rabu (26/10/2011).

Juru bicara KAR, Fabianus Hendrik mengatakan, Aksi ini digelar untuk mengkritik pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dan elit birokrasi dan politiknya yang gagal mensejahterakan rakyat. “Kami juga menyerukan persatuan gerakan rakyat melawan neo-liberalisme,” katanya.

Baca juga: Mahasiswa nekat gantung diri hanya gara-gara putus cinta dan Marzuki Alie: Pragmatisme rusak karakter pemuda Indonesia

“Ini adalah aksi pemanasan, pada Hari Sumpah Pemuda nanti kami akan membawa massa yang lebih banyak lagi untuk melakukan long march dan aksi damai di depan Gedung Grahadi,” ungkapnya.

Dalam aksi mural ini, para mahasiswa membeberkan sebuah spanduk putih yang nantinya akan diberi warna sebagai bentuk gambaran jelas kondisi bangsa Indonesia.

Sketsa dibagi menjadi tiga. Pertama menggambarkan kondisi Indonesia masa penjajahan. Sketsa kedua di masa konsolidasi gerakan. Sedangkan sketsa ketiga melukiskan kondisi bangsa Indonesia di masa sekarang. Dimana dalam sketsa terlihat Indonesia di bawah masa pemerintahan SBY-Boediono kembali ke masa penjajahan.

Sedangkan untuk mimbar bebas, selain ada orasi, para ktivis juga menggelar teatrikal, puisi, dan musik protes.

Fabianus mengungkapkan, melihat situasi objektif yang berkembang yakni krisis kapitalisme yang telah melahirkan penderitaan rakyat se-dunia dan menjelang momentum Hari Sumpah Pemuda, maka Komite Aksi Rakyat (KAR) menyatakan sikap bahwa rezim SBY-Boediono dan Elit Politik Borjuasi telah gagal mensejahterakan rakyat.ian/LI-07

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty