x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Seminar Nasional Pusat Kekuatan Strategik

Panglima TNI Cemas, Tantangan Militer ke Depan Adalah Kebebasan

Rabu, 02 Nopember 2011 19:16 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Panglima TNI Cemas, Tantangan Militer ke Depan Adalah Kebebasan - Seminar Nasional Pusat Kekuatan Strategik - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, membuka Seminar Nasional Pusat Kekuatan Strategik (Strategic Center of Grafity) yang diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian Strategi (Pusjianstra) TNI.

Seminar bertema “Membangun kembali pusat kekuatan Strategi TNI dalam rangka menghadapi tantangan dan tuntutan tugas abad 21“ ditujukan untuk memetakan masalah Indonesia terkini. TNI menganggap bahwa kebebasan saat kini wajib berdasar empat pilar.

Baca juga: Uji kemampuan dan ketrampilan setiap prajurit dalam latihan menembak dan Sistem intelijen tak boleh digunakan untuk kepentingan Parpol

“Indonesia sekarang ini adalah pasca krisis dan sedang melakukan transformasi besar.Di negeri ini, sebagai buah dari reformasi, muncul banyak sekali kebebasan, tetapi bagaimana menggunakan kebebasan yang sesuai dengan empat pilar kehidupan bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” ungkap Panglima TNI Agus Suhartono di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (2/11)

Agus beralasan, TNI harus terus melakukan pemutakhiran terhadap kebijakan dan strategi pertahanan, serta rencana kontigensi, seperti doktrin dan lainnya. “Pelihara kesiapsiagaan pasukan TNI, kapanpun TNI harus siap diterjunkan dalam berbagai macam tugas dan situasi pertempuran, harus memiliki Standing Armed Forces yang tangguh dengan kekuatan minimum, serta didukung anggaran yang mencukupi untuk memelihara kekuatan,” ujarnya.

Dalam seminar yang diikuti 148 orang tersebut, Slamet Raharjo didaulat sebagai moderator. Dihadirkan pula Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo yang menyampaikan makalah tentang Kepemimpinan TNI masa perjuangan dan masa mendatang.

Masalah kesiapan kekuatan TNI dan alusista (alat utama sistem pertahanan) yang hingga kini masih berkutat di TNI disinggung pula dalam seminar ini. Salah satu pembicara, Conni Rahakundini Bakrie, juga menjelaskan tentang kemampuan dan kekuatan yang harus dimiliki TNI. day/LI-11-07




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty