x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Gawat, PGRI Jatim Laporkan Panitia PLPG Unesa ke BP-SDMPM

Rabu, 07 Desember 2011 17:45 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Gawat, PGRI Jatim Laporkan Panitia PLPG Unesa ke BP-SDMPM - - Unjuk rasa guru di Unesa Surabaya

Unjuk rasa guru di Unesa Surabaya

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jatim mengancam akan melaporkan panitia Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Unesa ke Badan Pengembangan SDM dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BP-SDMPM). PGRI menuding panitia sertifikasi itu tidak transparan dalam penilaian kelulusan.

“Tidak hanya panitia yang ada di Surabaya. Sepertinya, kasus ini juga terjadi di Perguruan Tinggi (PT) lainnya di Jatim,” tuding  Ketua PGRI Jatim Ichwan Sumardi.

Sebelumnya, beberapa aksi unjukrasa dilakukan ratusan guru di Perguruan Tinggi tempat seleksi PLPG, di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebanyak seratus guru berstatus PNS maupun guru swasta dan GTT berbagai wilayah di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Tuban mendatangi Panitia PLPG di kampus tersebut.

Para peserta sertifikasi tersebut menyatakan ketidakpuasan atas hasil kelulusan dan pelaksanaan PLPG. Selain itu, Mereka juga meragukan kejujuran penilaian sertifikasi, sebab selama ini yang dikeluarkan hanya hasil akhir. Mereka meminta seluluh hasil penilaian harus dibeberkan.

Menurut Ichwan  polemik ini tidak bisa dilakukan sebatas perbaikan. Melainkan, panitia PLPG di PT harus mengkaji ulang sistem dan mekanisme kelulusan. Sebab, proses perbaikan tidak akan menyelesaikan masalah. “Karena ini menyangkut kualitas kelulusan sertifikasi,” katanya.

Selain itu, Ichwan menuturkan bahwa proses kelulusan dalam program sertifikasi melalui PLPG harus tuntas pada 2015 depan. Untuk itu, tambah Dia, jika merujuk proses kelulusan yang saat ini terjadi, bisa diprediksi target kelulusan sertifikasi guru 4 tahun kedepan akan sulit tercapai.

“Saya ragu. Tahun 2015 paling hanya 60 persen yang lulus. Terus, kemana yang 40 persen,” katanya. Menurutnya, prediksi ini berdasar estimasi total 2.791.000 peserta sertifikasi tahun 2010. Dari jumlah tersebut yang sudah lulus dan mendapat TPP ada 731 ribu guru. “Berarti kan hanya 25 persen saja yang tercapai,” tandas Ichwan.

Namun, hingga berita ini ditulis Ketua Panitia Pelaksana Sertifikasi Unesa, Ali Mufi belum bisa dikonfirmasi. ian/LI-08   





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty