Menapaki Aroma Pekat Belerang di Ketinggian 2.443 Mdpl

Kecantikan Kawah Ijen, Hasrat Tak Terkira bagi Turis

Editor: | Selasa, 13 Desember 2011 00:46 WIB, 526 hari yang lalu



Kecantikan Kawah Ijen, Hasrat Tak Terkira bagi Turis - Menapaki Aroma Pekat Belerang di Ketinggian 2.443 Mdpl - Pesona Kawah Ijen yang tak tertandingi.

Pesona Kawah Ijen yang tak tertandingi.


LENSAINDONESIA.COM: Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi purba aktif yang terletak di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Tepatnya di wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso.

Gunung ini mempunyai ketinggian 2.443 mdpl ini telah empat kali meletus, letusan pertama terjadi tahun 1796, 1817, 1913, dan terakhir adalah tahun 1936. Peningkatan aktifitas Gunung Ijen terjadi pula pada tahun 1918, 1921, 1923, 1927, 1929, 1933, 1941.

Baca juga: Berstatus Siaga III, Penambangan Belerang Gunung Ijen Masih Ditutup dan Posko Awas Gunung Ijen Terus Berbenah Menyambut Bencana

Pada tahun 1952 terjadi letusan asap dengan tinggi lebih kurang 1.000 meter dari puncak, namun tidak ada korban jiwa. Karena merupakan gunung yang masih aktif sehingga luas daerah bahaya meliputi 65.367 km2.

Lutusan dasyat gunung yang berada dalam deretan gunung api di pulau jawa bagian timur ini secara alami membentuk palung raksasa berisi kawah di puncak gunung Ijen. Lahar dingin dari tumpahan air hujan yang terus-menerus, menggenangi palung berisi kawah lalu membentuklah danau kawah yang sangat indah dan menakjubkan.

Pesona Kawah Ijen ialah kecantikan alam yang khas. Hembusan gas belerang mengpul diantara belahan danau kawah yang menghijau.  Sesekali permukaan danau tersebut tertutup oleh asap belerang yang mengepul. Uap berbentuk asap panas yang terhembus angin itu pun berlahan-lahan menyapu dinding bebatuan ditepi danau. Sehingga membentuk kerak-kerak berwarna abu-abu yang menambah ke-elokan Kawah Ijen bila dipandang dari kejuhan.

Tak heran bila turis dari berbagai negara terutama Prancis, Swedia dan Belanda selalu memiliki hasyrat untuk kembali bila telah menyaksikan kejaiban alam yang berada di kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso ini.

Kawasan Ijen terletak di daerah Banyuwangi bagian barat, berada di antara gunung berapi yakni gunung Raung dan gunung merapi. Danau kawah ijen masuk dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen dengan luas 2.560 hektare, termasuk hutan wisata seluas 92 hektare.

Meskipun memiliki nama ‘Ijen’ yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti ‘Sendiri’, namun Kawah Ijn tidak sendiri. Kecantikannya semakin tampak nyata  sebab hamparan perkebunan kopi dikaki Gunung Ijen memiliki daya tarik tersendiri bagi pendaki yang melintasi kawasan ini.

Apalagi, perjalanan menuju puncak Ijen tak pernah sepi. Sepanjang jalan setapak di wilayah Patulding, Kecamatan Sempol, Bondowoso selalu ramai dilalui hiruk pikuk para penambang belerang. Dari sinilah biasanya para turis pendaki merasa tersentuk menyaksikan aktifitas human interest penambang belerang yang mampu naik turun gunung Ijen dengan beban diatas 60 Kg diatas pundaknya.

Dari Patulding pendaki  berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2 kilometer menuju Kawah Ijen. Jarak tempuh melewati rute ini adalah 70 kilometer dengan pemandangan pohon kopi dan hutan pinus yang memesona.

Kaldera Ijen merupakan kaldera terbesar di pulau Jawa dengan diameter 6 km. Bentuk Danau Kawah Ijen lonjong seperti elip dengan daerah pembuangan air danau terletak sebelah barat yang merupakan hulu sungai Banyu Pahit dan Banyu Putih. Danau Kawah Ijen memiliki luas 45 hektare dengan garis tengah 950 meter dan memiliki kedalaman 176 meter.

Menuju puncak Injen terdapat dua rute alternatif, dari Banyuwangi dan Bondowoso. Jika dari Banyuwangi, naik angkot trayek Banyuwangi – Licin – Jambu. Dari Jambu perjalanan dilanjutkan menuju Paltuding dengan ojek. Pintu gerbang utama ke Cagar Alam Taman Wisata Kawah Ijen terletak di Paltuding,

Sedangkan rute Bondowoso lebih mudah, dari kota menuju Kecamatan Wonosari laltu Sempol diteruskan ke Patulding. Dari Patulding tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 3 kilometer menuju Kawah Ijen. Di awal perjalanan kepuncak pendaki akan melintasi jalan sepanjang  1,5 km yang cukup berat karena menanjak dengan kemiringan 25-35 derajad.

Akan tetapi rasa letih sekejap akan hilang ketika hendak mencapai puncak, pendaki akan disuguhi pemandangan deretan pegunungan yang sangat indah, serta aruma pekat belerang yang mulai tercium.rid/LI-07






KODAK

VIDEO