x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Waduh, Kejari Bogor Kewalahan, Beragam Kasus Besar 2011 Tak Tuntas

Rabu, 04 Januari 2012 17:55 WIB (3 years yang lalu)Editor:
Waduh, Kejari Bogor Kewalahan, Beragam Kasus Besar 2011 Tak Tuntas - - Kejari Bogor

Kejari Bogor

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM : Hingga tutup 2011, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor belum mampu menuntaskan perkara dugaan korupsi atau pidana khusus (pidsus). Di antaranya  pengusutan kasus penyelewengan Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) Kota Bogor dan Sekolah Menganalisis Kimia Bogor (SMAKBO). Hal itu diakui Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bogor A Ghazali Hadari  di ruang kerjanya.

Menurutnya, dua kasus yang saat ini sedang ditangani, bekasnya baru masuk pada pertengahan 2011 sehingga baru bisa ditindaklanjuti pada akhir 2011.

Baca juga: 15 Kejari di Jawa Timur dapat rapor merah dan Santri pesantren Bogor diajak aktif menulis

“Meski demikian, untuk saat ini penanganan kasus dugaan korupsi sudah selangkah lebih maju. Kasus SMAKBO sudah dilaporkan ke Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Disnakersostrans sudah dalam tahap penyidikan,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Bogor Irsan Arif mengatakan, sepanjang 2011 lalu terdapat 409 perkara. Sejumlah perkara itu terdiri dari tiga kelompok tindak pidana umum, yaitu kasus Orang dan Harta Benda (Orhanda) terdapat 221 perkara, perkara Keamanan Negara dan Ketertiban Umum (Kamnegtibun) 43 perkara dan Tindak Pidana Umum Lainnya (TPUL) 145 perkara.

“Tingkat perkara paling dominan terdapat pada kelompok kasus pencurian kendaraan bermotor. Selain itu, pencurian yang dilakukan di dalam rumah juga mencapai angka yang cukup tinggi,” terangnya.

Selanjutnya penggunaan barang haram narkoba juga masih mendominasi. “Namun, dibanding 2010 silam yang terdapat 445 perkara, artinya ada kecenderungan menurun,” tuturnya. umr/LI-08

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty