x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Limbah PT PPLI Ancam Keselamatan Jiwa Warga

Awas, Ada Perusahaan Penimbun Sampah Beracun di Bogor

Sabtu, 14 Januari 2012 13:02 WIB (3 years yang lalu)Editor:
Awas, Ada Perusahaan Penimbun Sampah Beracun di Bogor - Limbah PT PPLI Ancam Keselamatan Jiwa Warga - Limbah beracun. (ilustrasi)

Limbah beracun. (ilustrasi)

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Keluhan sebaian masyarakat Bogor khususnya di Desa Nambo dan Bantarjati, Kecamatan Kelapanunggal, terhadap  pihak PT PPLI (Prasada Pamunah Limbah Industri) yang menimbun limbah anorganik,  ternyata mengundang reaksi keras Komisi C  DPRD Kabupaten Bogor.

Wakil rakyat yang membidangi infrastruktur dan pencemaran limbah itu berjanji segera melaksanakan Inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi perusahaan itu.

Baca juga: Santri pesantren Bogor diajak aktif menulis dan DOB Sukabumi Utara harus tingkatkan pelayanan publik

‘’Wajar saja  kalau warga di sana merasa resah dan  mengeluhkan keberadaan perusahaan penimbun sampah beracun karena bisa mengancam keselamatan jiwa. Otomatis kami di dewan peka dan sgera menyikapinya,’’ ungkap Ketua Komisi C  DPRD Kabupaten Bogor Wawan Risdiawan kepada LICOM yang dihubungi via poonsel beberapa waktu lalu.

Politisi PDIP itu menegaskan, pihaknya terlebih dulu segera kosolidasi dengan anggotanya untuk menjadwalkan kunjungannya itu.  Karena dalam pelaksanaanya nanti agar sesuai dengan aturan dan mekanisme. ‘’Kemungkinan minggu ini  kami  akan jadwalkan ke PPLI supaya maslahnya cepet terselesaikan,’’ ungkapnya.

Wanli –sapaan akrab Wawan Risdiawan–  sangat menyayangkan dengan munculnya keluhan warga yang sudah belasan tahun merasa terganggu dngan aktifitas PPLI. Andai kinerja PPLI berjalan dengan benar .

Di tempat terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Nambo, Nanang membenarkan jika tumpukan sampah anorganik yang sudah menyerupai lima bukit itu akan menjadi bom waktu. Bila dibiarkan terus menerus, tumpukan bukit bukit itu bisa meledak dan sangat mengancam keselamatn jiwa.

‘’Bila semburan itu nantinya berupa gas beracun,  tentunya bukan hanya dua masyarakat desa Nambo dan Kelpanunggal saja yang terancam jiwa raganya, tapi sebagian masyrakat Bogor pada umumnya juga akan menerima dampak buruk itu,’’ jelas Nanang.

PPLI sendiri merupakan  badan usaha yang  bergerak di bidang jasa pembuangan sampah industri elektronik seperti limbah air raksa, bekas tabung televisi/computer, battery bekas, rongsokan kulkas dan lalin lain yang sangat tidak ramah lingkungan dan beracun.

Ironisnya lagi perusaan ini adalah satu satunya pengolah limbah berbahaya di Indonesia dan menerima sampah berbahaya dari berbagai kota besar di seluruh Indonesia termasuk juga limbah industry dari Surabaya.  Lebih gila lagi, PPLI beroperasi di kawasan  Bogor yang dikenal dunia sebagai  kawasan pariwisata  pegunungan dan persinggahan yang indah dan mempesona.umar

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty