Perkenalkan Budaya AS ke Indonesia Melalui Musik

Sebarkan Jaringan American Corner, Emily Elbert Siap Tampil di Pesantren-pesantren

Rabu, 18 Januari 2012 19:44 WIB
 
Musisi muda Emily Elbert asal AS.

LENSAINDONESIA.COM: Berkesempatan bermain musik akustik, Emily Elbert sebagai warga negara asal Amerika Serikat (AS) berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang kiprahnya menjadi seorang musisi.

Sebagai bagian dari kunjungannya, Emily Elbert juga akan mengunjungi dan tampil dengan musiknya di beberapa tempat mulai sekolah, pesantren hingga acara talkshow radio.

Emily dibesarkan di Texas dengan pengaruh kuat dari musisi Antonio Carlos Jobim, James Taylor. Dia mengenal musik pertamanya  sejak usia 14 tahun dengan memilih alat musik gitar kesukaannya. Setelah tumbuh berkembang, ia pun melanjutkan belajar sekolah musik di ‘Berklee College of Music’.

Seiring perjalanan hobi musiknya, Emily Elbert sempat memenangkan penghargaan. Sekaligus mendapat tempat di ensemble jazz Gibson/ Baldwin Grammy Foundation , serta Rookie of the Year dari harian Dallas Morning News.

Diusia mudanya ke 23 sekarang, Gadis yang kerap dipanggil Elbert ini, sudah tampil lebih dari 450 konser di seluruh Amerika dan Dunia, termasuk dari Peru hingga Palestina.

“Saya memang mencintai musik sejak kecil, seperti  saya mencintai diri sendiri. Misalnya saja, dengan bernyanyi dan bermain musik. Seperti sudah menyatu dalam jiwa, ” tuturnya kepada LICOM, Selasa, 17/01/2012 di ruang perpustakaan Unair Surabaya.

Tak hanya itu, dari data keterangan yang didapat Lensaindonesia.com menyebutkan, Emily juga terpilih 10 besar majalah Glamour di tahun 2010. prestasi lainnya pun, memenangkan kontes  menulis lagu Internasional Scotlan Burnsong tahun 2009.

Dia juga terpilih sebagai artis pendatang baru terbaik dari WUMB-FM di Boston. Dilanjutkan tahun 2012 ini, ia kembali terpilih menjadi artis ramah lingkukngan serta mendapat gelar lima terbaik  dalam kontes Mountain Stage/ New song di New York City.

Ketika ditanya album, dirinya menjawab dengan nada santai, “Sudah sekitar 2-3 album, sedangkan untuk produksi album independen perdananya sudah dirilis sejak tahun 2006 berjudul ‘Bright Side’, disusul dengan judul kedua yakni, ‘Proof’.

Album ini bercerita menggambarkan sisi terbaik dari  Emily Elbert ketika melantunkan suara  melodi yang kuat, dan vokal khas, serta permainan gitarnya. Dteruskan pada album ketiganya pada konser penuh berjudul ‘Alive, in Love ‘ yang segera muncul Februari mendatang.

Jaringan American Corner

Menurut staff konsulat jenderal AS, asisten ionformasi, Aji Wihardandi mengatakan, adanya partisipasi dukungan dalam kaitan seni dan budaya mereka, adalah sebuah dialog aktif hubungan sebagai mitra di Indonesia.

“Membawa para ahli dari AS dari berbagai latar belakang dan bidang untuk meraih popularitas secara Internasional, mereka sama sekali tidak bicara atas nama pemerintah. Melainkan membangun sudut pandang dan memperkaya wawasan lebih luas,” terangnya kepada LICOM, Selasa, (17/01/2012)

Sementara perwakilan staff perpustakaan Universitas Airlangga, Qurota Aini yang kerap dipanggil Okta menambahkan, seperti halnya pusat kebudayaan Amerika di wilayah tergabung dalam American Corner. Dimana secara langsung memberikan informasi tentang budaya, sejarah, sosial, bahasa  dan seni itu sendiri.

“Dikarenakan American Corner sendiri mempunyai literatur buku, majalah, DVD, Games, serta akses Internet menyebarluas. demikian juga yang berkembang di kota lain seperti, Medan, Jakarta, Yogyakarta, Bandung dan Makassar,” imbuhnya. jefrey 


Editor: Noviyanto

Rubrik : headline lensaperempuan , headline seni , HEADLINE UTAMA , lensaPEREMPUAN , MUSIK , SENI , SOSOK , Terkini

Komentar Anda

-->