x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Gong Xi Fa Cai

Kenalkan Tradisi, Ajari Anak Bikin Lampion Imlek

Minggu, 22 Januari 2012 02:01 WIB (3 years yang lalu)Editor:
Kenalkan Tradisi, Ajari Anak Bikin Lampion Imlek - Gong Xi Fa Cai - Lomba Bikin Lampion : Salah satu peserta sedang membuat karya seni lampion kertas

Lomba Bikin Lampion : Salah satu peserta sedang membuat karya seni lampion kertas

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM:Berbagai macam cara dilakukan untuk memperingti perayaan Tahun Baru Imlek 2563. Salah satunya mengenalkan tradisi kepada anak usia dini. Hal itu yang dilakukan Knowledge process outsourcing (KPO) Global Art Indonesia Timur terhadap 20 siswa-siswi TK dan SD di Tunjungan Plaza Surabaya, Sabtu (21/1).

Dalam acara yang bertema ‘Splended Blossom Celebration’ itu, puluhan anak berusia 4 hingga 12 tahun itu diajari mengenal budaya Tionghoa dengan membuat serta melukis lampion. Bukan sekedar untuk belajar, karya seni lampion terbuat dari bahan kertas yang diwarnai sesuai dengan karakter masing-masing itu juga dilombakan.

Baca juga: Electrolux berbagi tips tata ruang rumah di tahun Kuda Kayu dan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Jakarta nyaris 90 tahun

Head Koordinator KPO Global Art Indonesia Timur, Mieke Juliani Likita menjelaskan, perlombaan itu guna membuat satu karya seni lampion terbuat dari bahan kertas yang diwarnai sesuai dengan karakter masing-masing. Yakni, menggambar dan mewarnai serta membuat lampion secara kompetisi. Kegiatan tersebut berlangsung di Mall Tunjungan Plaza Surabaya, sekaligus menjadi satu rangkaian bertajuk “Splended Blossom Celebration”.

“Selain mengenalkan budaya. Kegiatan ini juga berfungsi meningkatkan daya tangkap otak kanan peserta dan untuk memunculkan intelejensi,” ujar Mieke kepada LICOM.

Ditambahkannya, melalui metode Global Art, peserta juga bisa mengaplikasikannya pada keahlian menghitung, body kinestetik, serta motorik anak. Dimana sejak dini, diperlukan pembelajaran melatih kemandirian serta mampu menyesuaikan diri pada lingkungan sekitarnya.

“Global Art sendiri, kini berada menyebarluas di 21 Negara diantaranya, Texas – USA, Sydney, Hongkong, Vietnam, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, serta masih banyak lagi. Di Surabaya saja sekitar 15 Center Global Art, “urainya tentang metode Global Art.*jefry

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty