Gula rafinasi dalam gudang
LENSAINDONESIA.COM: Permintaan gula merah tebu di Jawa Timur terus meningkat, bukan hanya di pasar umum tapi juga untuk kebutuhan industri di Jatim sehingga harus menggunakan gula rafinasi.
Kepala Dinas Perkebunan (Disbun)Jawa Timur, Moch Samsul Arifin menyatakan, hingga saat ini, petani belum bisa memenuhi sejumlah permintaan gula merah tebu oleh pihak industri. Ia berkilah, salah satu penyebabnya yakni faktor anomali cuaca
Baca juga: Petani Tebu Jatim Minta Harga Gula Naik dan Perkuat Sinergitas, Laba Bersih PT PTPN X Rp 2,107 Triliun
Menurutnya, dari kebutuhan sebesar 30-40 ribu ton per tahun, petani hanya bisa memenuhi kebutuhan produksi sekitar 5 ribu ton.
“Produksi gula merah tebu di Jawa Timur tahun 2011 sebesar 5 ribu ton. Naik dari tahun 2010 lalu yang hanya 4.500 ton. Namun kebutuhannya cukup besar yakni 30-40 ribu ton tiap tahunnya,”katanya, Selasa (24/1/12).
Samsul menjelaskan, tingginya permintaan gula merah tebu yang tidak bisa dipenuhi di Jawa Timur, menyebabkan industri terpaksa mencukupinya dengan gula rafinasi. Namun, dipastikan tahun ini Disbun Jatim akan meningkatkan produksi gula merah tebu hingga bisa mencapai 7.500 ton.
“Jawa timur merupakan produksi gula terbesar di Indonesia yang memberi kontribusi sekitar 47% di tahun 2011. Tahun 2011 kemarin produksi gula di Jawa Timur mencapai 1,51 juta ton, sementara nasional sebesar 2,228 juta,”imbuhnya.
Lebih jauh Samsul mengatakan, industri gula merah tebu di Jawa Timur banyak dijumpai di Kediri dan Tulungagung. Gula tersebut digunakan sebagai pemanis makanan, bumbu masak, dan kebutuhan industri kecap.
Sementara, Direktur Sumberdaya Manusia dan Umum PTPN XII, Soewarno menyatakan, akan berupaya melakukan berbagai antisipasi mengatasi kekurangan pasokan gula merah tebu ini. Salah satunya yakni membangun pabrik gula merah bahan dasar tebu di kawasan Kali Rejo Banyuwangi. Nilai investasinya mencapai Rp 6 miliar.
Dijelaskan, pabrik tersebut dirancang untuk masa giling pabrik gula cetak selama 300 hari dan disiapkan lahan seluas 100 hektar. Bila daya serap pasar bagus, areal yang disiapkan akan dikembangkan.
“Dibangunnya pabrik ini merupakan bagian dari diversifikasi bisnis perseroan kami. Produk gula cetak ini mirip gula kelapa, namun bahan bakunya dari tebu. Pasar yang kami bidik adalah industri kecap,” tanggapnya. panji
Berita Terkait:
6 menit yang lalu
25 menit yang lalu
35 menit yang lalu
50 menit yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu