x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Mungkin ini Bukan untuk Kampanye

Menjelang Pilkada, Pemprov DKI Jakarta Kucurkan Dana KJK Hingga Rp 223 Miliar

Rabu, 25 Januari 2012 03:44 WIB (3 years yang lalu)Editor:
Menjelang Pilkada, Pemprov DKI Jakarta Kucurkan Dana KJK Hingga Rp 223 Miliar - Mungkin ini Bukan untuk Kampanye - Mulai Turba : Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo membagikan bingkisan kepada warga

Mulai Turba : Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo membagikan bingkisan kepada warga

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM : Pemprov DKI akan mengucurkan dana bergulir untuk program Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB) yang diperuntukan bagi usaha mikro, termasuk Monitoring Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Dana pinjaman Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan (PEMK) itu akan dicairkan pada warga bila warga sudah menjadi anggota Koperasi Jasa Keuangan (KJK) yang ada di kelurahan-kelurahan.

Dana bergulir yang dikucurkan Pemprov DKI Jakarta melalui KJK sejak 30 Oktober 2009 itu, hingga tahun 2011 ini tercatat mencapai Rp 223.693 milyar. Kendati begitu, sampai saat ini pembagian dana bergulir tersebut belum merata. Sebab dari 267 kelurahan yang ada di DKI Jakarta, terdapat 17 kelurahan yang belum mendapatkan bagian dana bergulir.

Baca juga: Dinas PU pastikan 2 kapal keruk pemberian Belanda masih berfungsi dan Foke ditolak jadi dubes, Ahok: Saya sedih

“Dari dana bergulir PEMK sebesar Rp 223.693 milyar Itu baru menyentuh 250 kelurahan. Itu disebabkan oleh KJK kelurahan tersebut belum mengusulkan penggunaan dana bergulir,”kata Pelaksana Teknis (Pit) Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, Ratna Ningsih usai menghadiri Silaturahmi  Gubernur DKI Fauzi Bowo bersama  KJK PEMK Pasarmanggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (24/1).

Menurut Ratna, ada beberapa faktor penyebab ke 17 kelurahan Itu belum mengusulkan pencairan dana bergulir, diantaranya adanya pergantian pengurus KJK. pengunduran diri pengurus, atau adanya masalah Internal yang belum

Dana KJK sendiri, ujar Ratna, yang tersedia dari APBD 11 mencapai Rp 271.557 milyar. Namun, hingga awal November 2011. persentase penyalurannya baru 82.37 persen atau Rp 223. 693 miliar dengan Jumlah pemanfaat atau pengguna dana sebanyak 89.999 orang. “Setiap pengucuran dana PEMK bervariasi dan maksimal mencapai Rp 540 Juta.” jelasnya.

“Dana bergulir PEMK Ini harus terus berjalan dan tidak boleh berhenti setelah diserahkan pada KJK. Dana harus dimanfaatkan dan setelah masyarakat berhasil dalam usahanya dikembalikan sehingga dana bisa digunakan oleh pemanfaat lainnya yang belum menerima. Ke depan KJK akan menjadi suatu jaringan dengan kekuatan ekonomi yang menjadi andalan untuk meningkatkan kesejahteraan usaha mikro masyarakat,” jelas Ratna.

Agar penggunaan dana tepat. Dinas KUMKMP. Gubernur meminta Walikota dan Bupati harus terus melakukan pembinaan dan pengembangan KJK. Setidaknya memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan penyaluran dana agar tepat sasaran.*dody

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty