x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Boleh Berteman, Tapi Soal Janji, ya Nanti Dulu

Rusia Menyangkal Kesepakatan Kerjasama Militer dengan Iran

Kamis, 09 Februari 2012 04:43 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Rusia Menyangkal Kesepakatan Kerjasama Militer dengan Iran - Boleh Berteman, Tapi Soal Janji, ya Nanti Dulu - Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin

Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Rusia dan Iran belum mencapai kesepakatan apapun dalam rencana kerjasama bilateral bidang teknik militer selama pertemuan terbaru pada Rabu (8/2/2012), kata Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin, papar sejumlah kantor berita Eropa.

Pernyataan Rogozin itu sekaligus membantah kata-kata Duta Besar Iran Mahmoud Reza Sajjadi, yang – setelah bertemu dengan Rogozin – mengatakan bahwa Moskow dan Teheran telah mencapai kesepakatan mengenai dimulainya kembali kerjasama di bidang militer.

Baca juga: Di Rusia, hitung sementara Jokowi-JK unggul 65%, Prabowo-Hatta 35% dan Meski puasa, warga Indonesia di Rusia berbodong-bondong pilih Capres

”Kami, tak diragukan lagi, telah membahas isu-isu kerja sama teknik militer antara kedua negara, tetapi tidak ada keputusan yang telah dibuat,” kata Rogozin kepada kantor berita Interfax.

Menurut Rogozin, kedua belah pihak hanya setuju bahwa situasi yang berkembang tidak akan mempengaruhi kerja sama teknis-militer bilateral antara kedua negara. Mereka juga membahas isu-isu pertahanan anti-rudal selama pertemuan.

Kerja sama teknik militer antara kedua negara itu dihentikan setelah Moskow menghentikan pengiriman S-300 rudal anti-pesawat ke Iran sesuai dengan sanksi PBB. euron/interfax

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty