x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Penghadangan FPI di Kalteng Dipicu Kasus Tanah Warga yang

Habib Rizieq: “Dengan Warga Dayak, No Problem!”

Senin, 13 Februari 2012 20:10 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Habib Rizieq: “Dengan Warga Dayak, No Problem!” - Penghadangan FPI di Kalteng Dipicu Kasus Tanah Warga yang Diserobot untuk Kepentingan Kelapa Sawit - Ketua FPI Habib Rizieq.

Ketua FPI Habib Rizieq.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Terkait dengan penghadangan delegasi pimpinan Front Pembela Islam (FPI) di Palangkaraya maupun Kuala Kapuas di Kalimantan Tengah, diakui Ketua Umum DPP FPI Habib Rizieq Shihab bukan dilakukan oleh masyarakat Dayak sebagaimana yang banyak diberitakan.

Rizieq menilai tindakan itu dilakukan sekelompok preman bayaran Gubernur Kalteng Teras Narang, dan dibiarkan oleh Kapolda Kalteng Brigjen Pol Damianus Zaky.

Baca juga: Habib Rizieq bantah FPI serangan kegiatan ibadah di Sleman dan FPI di Sleman serang jemaat kristen yang sedang beribadah

Rizieq mengatakan, pihaknya selama ini tidak mempunyai masalah dengan Dayak, justru pihaknya datang ke sana untuk membantu warga Dayak. “Tidak ada masalah dengan warga dayak…No problem!” kata Habib Rizieq.

Menurut Rizieq, apa yang dikatakan Gubernur Kalteng adalah bohong dan menyesatkan. “Sekali lagi itu bohong kalau Gubernur Kalteng tidak tahu menahu dan tidak terlibat dan bohong kalau Kapolda Kalteng tidak tahu menahu dan tidak terlibat,” kata Rizieq berapi-api di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin, (13/2).

Justru Gubernur Kalteng itulah, tuding Rizieq, yang menjadi penggerak massa. Dia yang memerintahkan preman bayaran menyamar sebagai Dayak. Dalam hal ini Gubernur Kalteng menjadi penggerak massa atau yang mereka sebut operator lapangan seperti Yanseb Binti, Lukas Tingkes, Sabran dan lainnya.

Dengan adanya kasus ini, Rizieq mendesak Kapalori Jenderal Polisi Timur Pradopo untuk mencopot Kapolda Kalteng. “Kami datang ke sini untuk menuntut bapak Kapolri untuk segera mencopot Kapolda Kalteng Brigjen Pol Damianus Zacky,” ucapnya.

Dia lantas menepis telah terjadi gesekan horizontal antara FPI dengan masyarakat. Yang ada, lanjutnya, para pejabat korup di Kalteng khawatir borok mereka dibongkar FPI.

“Mereka mengatasnamakan Dayak padahal masyarakat Dayak adalah masyarakat yang baik, santun dan ramah dan masyarakat yang tidak tahu menahu keadaan semacam ini. Itu yang kita serukan kepada masyarakat Dayak agar tetap bersatu,” katanya.

Sementara sumber internal FPI yang enggan disebutkan namanya, kepada LICOM mengatakan, sebenarnya kedatangan FPI ke Kalteng bertujuan untuk membantu warga Dayak Seroya yang tanahnya dirampas untuk kepentingan kelapa sawit para mafia.

“Kami sebelumnya menerima laporan dari warga Dayak Seroya yang merasa tanahnya dirampas untuk kepentingan kelapa sawit. Kasus ini mirip dengan Bima dan Mesuji. Mereka sebelumnya sudah melapor ke Kapolda Kalteng tapi tidak digubris. Akhirnya mereka lapor ke kami,” terang sumber tersebut.

Dengan adanya laporan tersebut, FPI sebenarnya ingin meninjau saja apakah benar laporan tersebut. Namun sebelum itu terjadi, FPI sudah dihadang oleh preman bayaran Gubernur Kalteng.LI-07 

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty