Ist/Kawasan wisata Malioboro
LENSAINDONESIA.COM: Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY yang mengusulkan adanya pembatasan jumlah hotel akhirnya ditolak Pemprov DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).
Menurut Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan di Sekretariat Daerah Pemprov DIY, Andung Prihadi, bahwa jumlah hotel di DIY masih cukup untuk ditambah, meski di Kota Jogja sudah sangat padat. Apalagi, Pemprov DIY sudah merencanakan jangka panjang untuk pertumbuhan wisata DIY. Salah satunya, pembangunan bandara Kulonprogo yang bisa menampung 5,6 juta penumpang.
Baca juga: Pakar transportasi berharap pemimpin Jateng mampu benahi infrastruktur dan Diduga kelelahan, Bupati Tegal meninggal dunia
“Padahal, kami itu sudah punya rencana jangka panjang berapa kunjungan yang akan masuk. Saat ini saja ada 3,1 juta penumpang yang keluar masuk bandara setiap tahun. Kalau adanya pembatasan, kesannya malah pemerintah menghambat investasi di Jogja,” tegas Andung.
“Kami menentukan rencana lima tahun mendatang itu juga berdasarkan kajian. Kalau saat ini masih diperlukan pembangunan hotel untuk mengantisipasi lima tahun mendatang. Kalau sekarang tidak ada penambahan bagaimana nanti di masa mendatang,” jelasnya. *dae
Berita Terkait:
2 menit yang lalu
4 menit yang lalu
6 menit yang lalu
34 menit yang lalu
40 menit yang lalu
51 menit yang lalu
53 menit yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu
3 jam yang lalu