x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Tradisi Endog-endogan 2012

Maulid Nabi, Warga Banyuwangi Arak Ribuan Telur di Bali

Minggu, 19 Februari 2012 22:33 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Maulid Nabi, Warga Banyuwangi Arak Ribuan Telur di Bali - Tradisi Endog-endogan 2012 - Ist/Tradisi endog-endogan di Bali

Ist/Tradisi endog-endogan di Bali

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Warga asal Banyuwangi di Bali menggelar tradisi untuk memeriahkan Maulid Nabi Muhammad 1433 H dengan mengarak ribuan telur hias keliling Kota Denpasar.

Ratusan warga Muslim Banyuwangi di Bali yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Dewata menggelar tradisi Endog-endogan.

Baca juga: Malam ini, listrik Bali-Banyuwangi padam total dan Puluhan rumah di Pulau Dewata rontok dihantam puting beliung

“Kegiatan ini ketiga kalinya kami gelar di Denpasar,” ujar Ketua Panitia Festival Endog-endogan 2012, Budi Susanto (Budi Prend), Minggu (19/2/2012).

Dia mengatakan, pawai endog-endogan ini diikuti ratusan warga dengan puluhan mobil bak terbuka yang minimal membawa 500 butir telur hias.

Nantinya, semua telur itu bakal disumbangkan warga Banyuwangi untuk dibagikan kepada masyarakat luas.

Sebanyak 24 unit yang disulap dengan hiasan ratusan butir telur tersebut menandakan jumlah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.

“Kalau dulu sarana kita pakai gerobak sampah dan dokar hias. Namun, untuk kali ini kita pergunakan kendaraan. Mengingat rute pawainya lebih jauh sampai ke tengah kota,” jelasnya.

Kendaraan peserta pawai ini dihiasi aneka macam kertas warna-warna mencolok merah, kuning, putih, hijau dan biru itu mengangkut pohon hias yang telah ditancapi telur.

Para peserta pawai mendapat animo masyarakat Kota Denpasar yang menyaksikan berdiri di sepanjang jalan yang dilalui pawai. Nyanyian lagu-lagu syiar Islam diiringi musik hadrah dan rebana semakin menambah semaraknya pawai.

“Intinya kami ingin meningkatkan ukhuwah dan rasa persaudaraan antar warga Banyuwangi di Bali lewat tradisi endog-endogan,” papar Budi. *rohmat

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty