LENSAINDONESIA.COM:. Periode ini, DKI Jakarta dipimpin oleh seorang teknokrat, yakni Fauzi Bowo. Banyak yang menilai bahwa seorang teknorat yang digembar-gemborkan ahli tata kota tidak jaminan Jakarta bebas masalah, seperti banjir dan kemacetan.
Mantan anggota KPU Mulyana W. Kusuma dalam keterangan yang diterima redaksi LICOM, Rabu (22/2) menilai, meskipun demikian, bukan berarti calon non teknorat akan berhasil jika dipercaya memimpin Jakarta.
“Calon pemimpin Jakarta harus seorang teknokrat. Yang memandang segala masalah di Jakarta tidak dari pandangan orang awam,” katanya.
Ia kemudian mengatakan, baru-baru ini ada calon gubernur DKI yang bilang tidak akan membangun jalan tol baru bila menjadi Gubernur.
“Ini kan pandangan orang awam. Dari konsep saja, dia sudah tidak mengerti,” ucapnya.
Mengatasi kemacetan Jakarta, sambung Mulyana, bukan soal membangun atau tidak membangun jalan tol saja.
Sebelumnya, pasangan Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur perseorangan Faisal Basri-Benjamin (Faisal-Biem) berjanji akan membatalkan pembangunan tol dalam kota jika terpilih.
Mengatasi, sambungnya, kemacetan di Jakarta, bukan dengan cara membangun jalan layang. Kami akan membatalkan pembangunan tol dalam kota. Faisal menyebutkan kebijakan pembangunan tol dalam kota itu tidak benar. Dia berjanji akan memberikan transportasi publik yang aman, nyaman dan terjangkau.ari
Rubrik : HEADLINE UTAMA , HOTNEWS CAGUB DKI
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012