LENSAINDONESIA.COM: Bupati Cirebon, Dedi Supardi, mengadakan silaturahmi dan dialog interaktif dengan para pengusaha rotan dan batik di Ballroom Nyi Mas Gandasari Setda Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Rabu (22/2).
Dalam rangka menumbuh kembangkan industri ratan dan batik Cirebon, Sejumlah tokoh pengusaha rotan dan batik tampak hadir dalam acara tersebut, Bupati sendiri mempunyai agenda khusus, agar industri rattan akan mendapatkan kejayaan kembali
Dalam acara dialog interaktif, Bupati memberi masukan terhadap para pengusaha, dapat dijadikan landasan kebijakan pemerintah dalam mendorong bangkitnya kembali dunia industri rotan dan batik di cirebon.
Dikatakannya Soenoto, kebangkitan industri rotan mesti mendapatkan dukungan dari semua pihak. Namun dengan dicabutnya izin eksport bahan baku rattan harus disikapi dengan serius, tetapi pihak perbankan juga harus ikut andil.
Pihak Bank harus mendukung penuh terhadap para Perusahaan rotan agar permodalan bisa diatasinya, kenapa pihak bank tidak memberikan pinjaman modal,” tandas Soenoto dihadapan Bupati dan peserta dialog.
Dedi Supardi, Bupati Cirebon, menandaskan dihadapan para wartawan Pemerintah Kabupaten Cirebon mengundang para pengusaha sebagai bentuk komitmen, yang tujuannya untuk kesejahteraan bagi Masyarakat Kab. Cirebon dan industri rotan mengalami kejayaan kembali
Bupati berjanji, akan memberikan bantuan terhadap industri rattan sebesar Rp.100 juta, selain itu, Bupati juga akan memfasilitasi pembangunan gedung pusat Research and Development (RnD) Rotan di atas tanah Pemda Cirebon. Dalam pembangunan gedung, dirinya menganggarkan 500 juta.
Sementara, bagi perusahaan rotan yang ikut serta dalam pameran di luar negeri. Untuk memperlancar eksport rotan Dedi berjanji akan mempermudah perijinan bagi pengusaha rotan yang akan melakukan eksport.
Gebrakan awal, Dedi akan menginstruksikan kepada seluruh Dinas maupun sekolah-sekolah untuk menggunakan produk rotan sebagai meubelernya minimal untuk kursi tamu kantor.
Para pengusaha pun, baik BUMN dan swasta harus mendukung kebangkitan industry rotan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Selain Ratan, Dedi pun berjanji terhadap pengusaha batik, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung penuh industri batik, apalagi cirebon identik dengan batik, dirinya akan meningkatkan industri batik, ungkapnya.moch mansur
Rubrik : headline protonomi , JAWABARAT , proOTONOMI
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012