Rasululloh Menjadi Suri Tauladan Umat Manusia

Kodam Brawijaya Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Kamis, 23 Februari 2012 00:05 WIB
 

LENSAINDONESIA.COM: Umat Islam apabila sangat mencintai  Nabi Muhammad SAW sebagai Imamnya ajaran Islam, hendaknya senantiasa bersikap dan berperilaku seperti halnya yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad.

Demikian antara lain dikatakan oleh Dr. Eng. Wahyu Amien Syafei, ST.MT ketika memberikan tausiah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H/2012 M pada Rabu (22/2) bertempat di Masjid Attaqwa Kodam V/Brawijaya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri juga oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Murdjito beserta Wakilnya Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI M.Setyo Sularso, para Asisten Kasdam, para Staf Ahli Pangdam, Kabalak, perwakilan prajurit TNI-AD dan PNS jajaran Kodam V/Brawijaya serta ibu-ibu anggota Persit Kartika Chandra Kirana Daerah V/Brawijaya tersebut menelaah secara khidmat ceramah yang disampaikan oleh Dosen Teknik elektro Undip Semarang ini.

Selanjutnya Dr. Eng. Wahyu Amien Syafei,ST.MT yang merupakan salah seorang anggota Majelis Tafsir Alquran yang berpusat di Surakarta ini menjelaskan, kehadiran Nabi Muhammad ke dunia pada waktu itu di beri tugas oleh Allah untuk memberikan penerangan dan rohmatan Lil ’Alaamin kepada umat manusia yang pada waktu itu dalam keadaan gelap gulita menuju cahaya terang benderang.

 

Dalam keadaan gelap gulita orang akan meraba-raba, mengira-ngira, jalannya akan terseok-seok bahkan kesandung dan terjatuh, derajad wanita begitu hina dan rendah, bahkan kebiasaan bangsa arab pada saat itu menanam anak perempuan hidup-hidup dan manusia pada waktu itu menyembah batu dan berhala serta mendatangi tempat-tempat keramat untuk mencapai keinginannya ketika agama Islam belum turun.

Akan tetapi dengan datangnya Nabi Muhammad dan agama Islam, memberikan cahaya yang terang benderang kepada umatnya agar mengetahui dan mengerti mana yang baik dan mana yang buruk, meyelamatkan manusia dari kesesatan, wanita menjadi lebih mulya derajadnya. Dengan ajaran Islam, segala tingkah dan perilaku manusia di tuntun agar bisa sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber pada Kitab suci Al Qur’an dan sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW.

Demikian juga mengenai perilaku seorang prajurit TNI, baik yang bertindak sebagai atasan maupun bawahan, harus mengerti betul akan tugas dan kewajibannya masing-masing, karena dengan menyadari dan melaksanakan segala tugas dan kewajibannya itu, maka aplikasi nyata dari sunnah Nabi Muhammad telah dilaksanakan oleh prajurit TNI itu sendiri, demikian juga 7 golongan termasuk orang yang dilindungi masuk syurga salah satunya adalah seorang Pemimpin yang adil dalam kepemimpinannya jelas ustadz Dr. Eng Wahyu Amien Syafei, ST, MT dalam ceramahnya di Masjid Attaqwa kodam V/Brawijaya.

Umat Islam apabila sangat mencintai Nabi Muhammad SAW, harus bisa mengambil makna yang terkandung dalam peringatan Maulid Nabi itu sendiri, lanjutnya. Yaitu selalu mengikuti segala sunnah-sunnah Nabi Muhammad, karena semua perilaku Nabi Muhammad adalah sesuai yang di ajarkan oleh Kitab suci Al Qur’an.

Sebelum Dr. Eng. Wahyu Amien Syafei, ST.MTmemberikan tausiah Maulid Nabi Muhammad SAW, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Murdjito dalam sambutannya mengatakan peringatan Maulid Nabi tersebut adalah sebagai sarana untuk mengingatkan kembali kepada kita dalam mensyukuri ke Maha Besaran Allah S.W.T yang telah  mengutus Nabi Muhammad S.A.W untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam yang menjadi pedoman bagi umat manusia dalam melaksanakan dimensi Khablumminallah dan Khablumminannas.

Serta mengingatkan kita untuk mawas diri sejauh mana kita telah mengaktualisasikan ajaran agama yang diwahyukan oleh Allah S.W.T melalui Nabi Muhammad S.A.W. dengan cara memahami tentang sikap hidup dan ketauladanan Rasulullah, kita hendaknya tergugah untuk berani memerangi sikap dan perilaku yang tidak diridhoi oleh Allah S.W.T.bambang


Editor: Noviyanto

Rubrik : lensaDEMOKRASI , militer

Komentar Anda

-->