LENSAINDONESIA.COM: Pengrajin asal Mojokerto, Jemmy, sekaligus penggagas pembuatan miniatur karya seni berbentuk kapal phinisi berbagai model dan kreasi. Ia menjelaskan, Tujuan memamerkan hasil lokakarya ini, tak lain untuk mengenal ragam budaya Indonesia yang harus dilestarikan dan dikembangkan.
“Ide awal memulai kerajinan tangan miniatur kapal sendiri, sudah sejak tahun 1989, terinspirasi dari permainan masa kecil kala itu. Saya pun, mencoba memngaplikasikannya dari rakitan serpihan limbah kayu. Setelah terakit, ternyata semakin lama saya menekuninya menjadi hobby sampai sekarang,”paparnya kepada Licom, Rabu, 22/02/2012 disela-sela pameran Pusaka Nusantara Hotel Majapahit Surabaya.
Tingkat kesulitan membuat miniatur kapal sendiri, sambung dia lagi, membutuhkan ketrampilan khusus. Yakni, tangan pembuatnya tak boleh mudah getar. Pasalnya, merakitnya perbagian miniatur kapalnya menggunakan pinzet (alat kedokteran) berbentuk jepitan gepeng panjang.
“Biasanya, diawalinya pada bagian dasar kapal terlebih dahulu, kemudian lambung kapal, dan dilanjutkan ke perakitan bagian tiang serta layar miniatur kapal. Tak heran jika waktu pengerjaannya selesai dalm sepuluh hari, itu pun dibantu rekan kerja lain yang bertugas mengerjakan bagian lain kapal,”imbuhnya.
Jemmy juga menambahkan, miniatur kapal ini juga banyak mendapat perhatian bagian daya tarik wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara. Dikarenakan, banyak dari sebagian mereka dibawa pulang sebagai cinderamata ke negeri asalnya. Misalnya, wisatawan Korea, Belanda, Jepang, dan Cina.jefrey
Rubrik : GALERIbudaya , headline seni , SENI
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012