x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Awas, Puluhan Rumah di Bogor Terancam Longsor

Selasa, 28 Februari 2012 17:18 WIB (3 years yang lalu)Editor:
Awas, Puluhan Rumah di Bogor Terancam Longsor - -

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM : Tingginya curah hujan di kawasan Bogor akhir-akhir ini, membuat cemas masyarakat yang berada di kawasan bantaran Sungai Ciapus, Ciherang Kidul, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas. Apalagi sebagian besar tebingan yang ada di kampung tersebut sangat berdekatan dengan puluhan rumah warga sekitar.

Hal ini turut membuat prihatin Husnul Chotimah, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Demokrat yang turun langsung meninjau lokasi rawan longsor di Kampung Ciherang Kidul, Desa Laladon tersebut.

Baca juga: Ibundanya shock, mahasiswi UNPAD tertimbun longsor putri tunggal dan Yanti, mahasiswi UNPAD tewas tertimbun longsor, dimakamkan di Kediri

“Ada sekitar 20 rumah warga yang tinggal satu meter lagi bisa menyatu dengan Sungai Ciapus.  Ini sangat berbahaya sekali dan bisa mengancam keselamatan warga. Terlebih hujan deras sering membuat Sungai Ciapus banjir dan kerap mengikis tebingan yang berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk, mulai di RT 01, RT 02, RT 04 yang semuanya berada di RW 03, Kampung Ciherang Kidul,” tegas Husnul, kepada LIcom beberapa waktu lalu.

Husnul menambahkan, sebenarnya lokasi rawan longsor yang ada di Desa Laladon akibat banjir Sungai Ciapus ini sudah masuk dalam program pembangunan APBD Kabupaten Bogor tahun 2012 dengan nilai Rp850 juta. Namun, sejauh ini, ia mengaku belum tahu persis titik lokasi mana dulu yang akan dibangun.

“Saya berharap Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor benar-benar tepat sasaran dalam melaksanakan pembangunan Tembok Penahan Tanah ( TPT). Saya akan meminta kepada Bina Marga  agar lokasi di 3 RT yang ada di RW 03 itulah yang harus menjadi prioritas dari proyek pembangunan TPT di Desa Laladon. Karena ini  emergency banget,” tukas dewan yang duduk di Komisi C itu.

Sementara,  Ustad Pepen Suhendar, salah seorang warga RT 04 RW 03  mengatakan, ia sangat setuju dengan apa yang diungkapkan Husnul Chotimah agar Pemkab Bogor atau instansi terkait harus benar-benar tepat sasaran dalam memilih lokasi yang akan dibuatkan TPT.

“Saya selalu was was dan sangat tidak nyenyak tidur. Tiap hari dan tiap malam saya selalu begadang apalagi kalau hujan turun. Saya tidak ingin terjadi apa-apa pada keluarga saya  dan juga warga lainnya yang rumahnya berbatasan langsung dengan tebingan Sungai Ciapus,” ujar dia.

Pepen berharap, Bupati Bogor agar bisa mengirimkan anak buahnya untuk memantau wilayah yang memang sangat terancam oleh bahaya Longsor. “Di samping itu, saya berharap Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor benar-benar tepat sasaran dalam membangun Tembok Penahan Tanah (TPT),” ujar Pepen saat melakukan dialog interaktif dengan Husnul Chotimah.

Dalam kesempatan yang sama, Otoh, salah satu warga RT 01 RW 03 Kampung Ciherang Kidul  yang hampir sebagian besar dapur rumahnya sudah terkikis oleh amukan  banjir Sungai Ciapus menginginkan agar Pemkab Bogor bisa membangunkan TPT di sekitar pemukiman warga yang memang tinggal di bantaran Sungai Ciapus. umar

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty