Para pramusaji Cafe Djimbaran
LENSAINDONESIA.COM: Cafe and resto Djimbaran punya nuansa baru. Tak hanya diberikan dalam ragam sajian menunya saja, melainkan cara pelayanan setiap pramusajinya juga menjadi perhatian tersendiri bagi pengunjung yang datang. Abraham Helito selaku pemilik resto Djimbaran Surabaya menyatakan, bahwa dirinya ingin memunculkan khas kota Surabaya dengan mengedepankan wisata kulinernya.
Dikatakan, Inge pengelola cafe, potensi cafe di Surabaya sebenarnya dominan membutuhkan nuansa hiburan dan pelayanan yang ramah serta menghibur. Oleh sebab itu, pihaknya berinovasi dengan sapaan khas yang dimiliki khas arek-arek kota Surabaya. Sapaan itu bisa beragam tapi sesuai dengan atmosfir ke-surabaya-an.
Baca juga: Restoran The Golden Saffron manjakan penggemar masakan India dan Java East Expo meriahkan hari jadi kota Surabaya
Tipa daerah tentu punya sapaan akrab, dan hal itu menjadi ciri khas komunitas yang tinggal di daerah tersebut, seperti sapaan ‘ning’ untuk perempuan atau ‘cak’ untuk laki-laki di Surabaya. Sapaan khas Surabaya penuh keakraban merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan layanan. Kepuasan pengunjung menjadi hal utama bagi Cafe Djimbaran. Melalui sapaan akrab tersebut, pihak Cafe Djimbaran ingin lebih dekat ke kalangan pengunjung setianya.
“Memang terdengar aneh dan sedikit berbeda jika diucapkan, namun menambah akrab dan menciptakan keterikatan emosional tersendiri jika yang menyampaikan seorang model cewek cantik sebagi pramusaji cafe,” terangnya kepada LIcom, Kamis (1/3/2012).
Paduan antara sapaan akrab ala Surabaya dan tampilan pramusaji yang menawan, tentu menjadikan Cafe Djimbaran menjadi tempat tersendiri bagi pengunjungnya. Sehingga memudahkan mereka dalam bekerja melayani pengunjung. Jey
Berita Terkait:
1 menit yang lalu
7 menit yang lalu
19 menit yang lalu
28 menit yang lalu
47 menit yang lalu
57 menit yang lalu
12 jam yang lalu
13 jam yang lalu
13 jam yang lalu
13 jam yang lalu