x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Meski Mengalami Pelemahan Sebagai Akibat Dampak Krisis Global

Kinerja Ekspor Sektor Migas dan Non Migas Awal 2012 Masih Meningkat

Kamis, 01 Maret 2012 23:38 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Kinerja Ekspor Sektor Migas dan Non Migas Awal 2012 Masih Meningkat - Meski Mengalami Pelemahan Sebagai Akibat Dampak Krisis Global - Ekspor 2012 meningkat walau terkena dampak akibat krisis global.

Ekspor 2012 meningkat walau terkena dampak akibat krisis global.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM:  Ekspor Indonesia periode Januari 2012 mencapai USD 15,5 miliar, meningkat 6,1% dibanding Januari 2011. Peningkatan ekspor ini didorong oleh kenaikan ekspor sektor migas sebesar 13,7% dan sektor non-migas sebesar 4,4%.

“Mengawali tahun 2012, kinerja ekspor Januari masih meningkat, meskipun pertumbuhannya mengalami pelemahan sebagai akibat dampak krisis global,” ungkap Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krisnamurthi di Kemendag, Jakarta, Kamis (1/3).

Baca juga: Pertamina minta Kejati Jatim usut dugaan korupsi Migas Hatta Radjasa dan UI undang seminar Wamen ESDM, Wamen BUMN, dan Dirut Pertamina

Lebih lanjut Wamendag mengatakan, Indonesia perlu tetap waspada terhadap pertumbuhan ekspor yang terus melemah sejak Oktober 2011. Pelemahan ini menunjukkan dampak krisis yang terjadi di Uni Eropa dan AS mulai berimbas terhadap ekspor Indonesia.

Imbas dampak negatif ini tidak hanya menimpa Indonesia, namun juga menimpa negara-negara pesaing Indonesia, seperti RRT dan Korea Selatan. Ekspor dari RRT ke dunia di bulan Januari 2012 mengalami penurunan 0,5%, sementara ekspor Korea Selatan turun 7,0%.

“Penurunan tersebut akan memberikan efek domino terhadap negara lain melalui perdagangan termasuk Indonesia,” jelas Wamendag.

Pertumbuhan ekspor non-migas Indonesia ke RRT di bulan Januari 2012 melemah dari 151% menjadi hanya 17%, sementara ekspor ke Korea Selatan mengalami pertumbuhan negatif (-17%) dari sebelumnya meningkat 208%.

Selain itu, dampak krisis global terhadap melemahnya kinerja ekspor selama beberapa bulan terakhir ini juga dapat dilihat dari pertumbuhannya. Pertumbuhan ekspor bulan Januari 2012 menurun signifikan dari 25% pada bulan Januari 2011 menjadi hanya 6,1%. Dan apabila dilihat dari pergerakannya cenderung menuju ke arah yang menurun, dari 33% menjadi 27%.

Perdagangan Sektor Non-migas Mendorong Peningkatan SurplusKinerja ekspor non-migas Januari 2012 membuat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus. Surplus total perdagangan Januari 2012 mencapai USD 0,92 miliar, terdiri dari surplus non-migas sebesar USD 0,93 miliar, dan defisit migas sebesar USD 0,01 miliar. “Defisit neraca perdagangan migas di bulan Januari 2012 dipicu oleh meningkatnya harga minyak dunia akibat krisis politik di beberapa negara produsen minyak di Timur Tengah,” jelas Wamendag.

Sementara itu, Diversifikasi Produk Ekspor Non-migas, Ekspor Industri Tetap DominanProduk ekspor non-migas Indonesia di tahun 2011 semakin beragam. Hal ini dapat dilihat dari peran 10 produk utama Indonesia yang semakin mengecil dari tahun sebelumnya menjadi 45,8%. Meskipun demikian, nilai ekspor 10 produk utama pada tahun 2011 mengalami kenaikan, kecuali Kakao. Ini mengindikasikan dampak positif dari strategi pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri melalui kebijakan Bea Keluar dimana volume ekspor Kakao Olahan naik sebesar 109,3% sedangkan volume Biji Kakao turun 51,4%. Pada tahun yang sama, produk Karet, Alas kaki dan Otomotif mengalami pertumbuhan signifikan baik dari segi volume maupun nilai ekspor.

Sementara beberapa produk seperti Sawit, Karet, Kopi, TPT tumbuh didorong oleh kenaikan harga di pasar internasional. Ekspor non-migas Indonesia selama bulan Januari 2012 masih tetap didominasi oleh sektor industri, meskipun pertumbuhannya melambat hanya mencapai 2,1%. Sebaliknya, sektor pertambangan justru mengalami peningkatan yang pesat sebesar 14,8%, tertinggi dibandingkan dengan sektor lainnya.hidayat

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty