Menteri BUMN Dahlan Iskan.
LENSAINDONESIA.COM: Beberapa bulan ini Menteri BUMN Dahlan Iskan (DIS) tengah berusaha mencari sosok-sosok yang tepat untuk memimpin BUMN Perkebunan yang akan segera dijadikan satu Manajemen (Holding Company). Dan The Dream Team ala Dahlan Iskan akhirnya rampung dengan ditunjuknya mantan Deputi Bidang Usaha Industri Primer, Megananda Daryono sebagai Direktur Utama induk usaha BUMN Sektor Perkebunan III.
“Tak usah menunggu lagi, masalah holding ini yang penting waktunya kapan. Jadi yang penting kerja dulu, kita kejar dulu program-program holding yang sudah ditarget tahun ini”, ungkap Dahlan Iskan melalui Wahyu Hidayat selaku Ses Men.
Baca juga: Menteri DIS diminta tegur PT KAI 'ngawur' lukai pedagang kecil dan Menteri DIS penuhi panggilan DPR: "Kan sudah diminta Presiden..."
Dan pada akhirnya tak kurang dari 75 orang Direktur PTPN dan RNI diganti untuk mengisi 15 Direksi PTPN, adapun susunannya sebagai berikut, Direktur Utama PTPN I Wargani, Direktur Utama PTPN II Bhatara Moeda Nasution, Direktur Utama PTPN III Megananda Daryono, Direktur Utama PTPN IV Erwin Nasution, Direktur Utama V Fauzi Yusuf, Direktur Utama PTPN VI Iskandar Sulaiman.
Sementara itu, Direktur Utama PTPN VII Boyke Budiman, Direktur Utama VIII Dadi Sunardi, Direktur Utama IX Adi Prasongko, Direktur Utama X Subiyono, Direktur Utama XI Andi Punoko, Direktur Utama XII Singgih Irwan Basri, Direktur Utama XIII Baim Rachman, Direktur Utama XIV Budi Purnomo, serta
RNI Persero Ismed Hasan Putro.
Mantan Deputi Menteri BUMN Industri Primer, Megananda Daryono yang terpilih menjadi Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III yang nantinya akan menjadi induk usaha BUMN perkebunan, menyatakan masih menunggu PP tentang Holding BUMN perkebuan. Tambahnya, kalau sudah mengantongi PP pembentukan holding BUMN perkebunan, maka seluruh PTPN dapat berkonsentrasi untuk menyelamatkan yang masih merugi.
“Direksi PTPN ini kan sudah habis masa berlakunya, mestinya Januari habis kalau nggak cepat diganti pastinya terus perpanjangan-perpanjangan. Meski holding belum terbentuk, program-programnya harus jalan dulu. Karena itu, sebagian direksi yang sudah habis masa jabatannya juga harus langsung diganti karena kita perlu langsung kerja”.
Ia juga menjelaskan, “PTPN III akan mulai menjalin kerjasama antar BUMN perkebunan meskipun holding belum terbentuk. Bentuk kerjasama ini dalam bentuk bantuan pendanaan dan sinergi proses pemasaran. Contohya membantu PTPN I, PTPN II maupun PTPN XIV yang kondisi keungannya belum baik, artinya dicarikan dukungan dana dari PTPN III misalnya penarikan kredit”.
Dia mencatat hingga 2011, aset BUMN perkebunan mencapai Rp 50 triliun dengan pendapatan Rp 45 triliun serta laba bersih Rp3,5 triliun. Tahun ini, perusahaan komoditas pertanian/perkebunan ini diharapkan dapat meraih laba Rp 5 triliun”.aini
Berita Terkait:
7 jam yang lalu
8 jam yang lalu
8 jam yang lalu
8 jam yang lalu
8 jam yang lalu
9 jam yang lalu
10 jam yang lalu
10 jam yang lalu
10 jam yang lalu
10 jam yang lalu