x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Sengketa Vila The Kozy

Pemilik Vila Siap Mati, PN Denpasar Gagal Eksekusi

Jumat, 02 Maret 2012 00:10 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Pemilik Vila Siap Mati, PN Denpasar Gagal Eksekusi - Sengketa Vila The Kozy - Ist/Inilah Vila The Kozy tampak dari dalam

Ist/Inilah Vila The Kozy tampak dari dalam

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Untuk kedua kalinya petugas gagal melakukan eksekusi terhadap Vila The Kozy yang terletak di Jl Kunti No.9 RK, Seminyak, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Lagi-lagi eksekusi kali juga gagal lantaran mendapat perlawanan dari pemilik yang dibantu para karyawannya.

Sejak pagi tanda-tanda bakal terjadinya perlawanan atas rencana ekskusi sudah terlihat di depan vila milik warga negara India Kishore Kumar.

Baca juga: Malam ini, listrik Bali-Banyuwangi padam total dan Puluhan rumah di Pulau Dewata rontok dihantam puting beliung

Puluhan karyawan dengan berpakaian adat membentangkan poster berisi kecaman terhadap aparat penegak hukum yang akan mengeksekusi vila yang telah dilelang itu.

Mereka berorasi menolak eksekusi dan meminta agar ditunda sampai ada keputusan berkekuatan hukum atas gugatan perdata dan pidana Kishore yang tengah dalam proses persidangan di tingkat banding.

“Jika eksekusi tetap dilakukan, ini menunjukkan Bali sudah tidak aman lagi, investor akan takut di Bali. Karena, hukum sudah tidak ada disini,” tegas Kishore, Kamis (1/3/2012).

Bahkan dengan lantang, Kishore menantang petugas untuk menembak dirinya jika sampai berani mengesekusi vila miliknya. “Saya siap mati. Saya siap ditembak. Hukum di Indonesia tidak adil,” teriaknya yang memancing ketegangan.

Dia terus mengecam aparat yang dinilai hanya melindungi dan diperalat kepentingan pihak tertentu yang ingin ‘merampok’ vila miliknya.

Meski mendapat perlawanan, Wakil Panitera PN Denpasar Ketut Sulendra tetap nekat membacakan penetapan eksekusi. “Berdasarkan permohonan dari pemohon, maka Pengadilan Negeri mengeluarkan surat untuk mengeksekusi vila ini,” terang Sunendra.

Namun, belum selesai pembacaan penetapan, sudah lebih dahulu dicegah pemilik vila. Sehingga, suasana semakin memanas. “Saya ini pemiliknya. Tak ada eksekusi. Kalau mau dipaksakan, bunuh saja saya dulu. Saya siap ditembak,” teriak Kumar dengan nada tinggi.

Melihat situasi makin rawan dan khawatir jatuh korban, polisi mencoba meredam situasi dengan mengajak dialog Kumar dan pihak pemohon diwakili Ahmad Riyad.

Usai dialog, Sunendra mengumumkan eksekusi ditunda dengan alasan situasi tidak kondusif dan bisa menganggu kenyamanan wisatawan yang sedang berlibur di vila.

Penundaan eksekusi karena polisi menilai situasi tidak kondusif dan jangan sampai jatuh korban. Penundaan juga guna melindungi kepentingan pariwisata Bali untuk menjamin kenyamanan tamu yang menginap.

Sementara, kuasa hukum Kishore, Jacob Antolis menegaskan, penolakan eksekusi lantaran pihaknya merasa jumlah hutang lebih kecil dari nilai vila yang dimilikinya.

Selain itu, pihaknya tengah mengajukan lima gugatan kepada Bank Swadesi dan enam aduan pidana di Polda Bali. “Klien kami akan sukarela menyerahkan vila yang menjadi sengketa jika dua kasus yang terdiri dari satu perkara pidana dan satu perdata yang telah diadukan dan digugat di PN Denpasar telah mempunyai kekuatan hukum tetap,” jelasnya.

Seperti diketahui, kasus ini bermula pada 2008, saat Rita Pridhnani selaku penjamin atas fasilitas kredit senilai Rp 10,5 miliar dari Bank Swadesi dengan debitur atas nama PT Ratu Kharisma. Yakni, Rita menjaminkan tanah seluas 1.520 meter persegi dan bangunan miliknya berupa The Kozy Villa di Jl Kunti No.9 RK, Seminyak, Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Karena Rita tidak mampu memenuhi kewajibannya, sehingga tanpa melalui prosedur dan ketentuan Bank Indonesia, Bank Swadesi, langsung memvonis pailit pihak peminjam serta mengeksekusi lahan dan bangunan tersebut.

Sementara, oleh PN Denpasar pada 11 Februari 2011 lahan dan bangunan itu dilelang dengan harga Rp 6,3 miliar atau lebih rendah dari harga riil yang ditaksir mencapai Rp 16 miliar. *rohmat

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty