x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Sebanyak 120 Apotik Informasikan Penggunaan Obat Dengan Benar

Kamis, 08 Maret 2012 12:12 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Sebanyak 120 Apotik Informasikan Penggunaan Obat Dengan Benar - -

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 150 apoteker dari Kota Bogor dan Kabupaten  Bogor berkumpul di Gedung Puslitbang Gizi Jalan Dr Sumeru. Para apoteker yang tergabung dalam IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) Kota Bogor selama sehari menggelar Seminar yang mengusung tema Meningkatkan Citra dan Profesionalitas Apoteker sebagai tenaga kesehatan.

Ketua IAI Dra Hj Endang Adriyani MARS Apt mengatakan, seminar tersebut merupakan program kerja tahunan IAI.  Selain menjadi ajang pertemuan ilmiah, juga ajang silaturahmi diantara sesama anggota dan pengurus IAI.

Baca juga: Santri pesantren Bogor diajak aktif menulis dan DOB Sukabumi Utara harus tingkatkan pelayanan publik

Dalam seminar kali ini, lanjut Endang, sekaligus juga mensosialisasikan Peraturan Walikota Bogor No : 62 tahun 2010 tentang perubahan atas peraturan Walikota Bogor No 19 tahun 2006 tentang penyelenggaraan apotek dan pedagang eceran obat. “IAI menyampaikan apresiasi kepada Walikota Bogor yang telah mengeluarkan Peraturan Walikota yang mengatur tentang penyelenggaraan apotek dan pedagang eceran obat, “ kata Endang kepada LIcom beberapa waktu lalu.

Endang menjelaskan, dalam Peraturan Walikota Bogor disebutkan mengenai persayaratan teknis bangunan yang wajib dipatahui penyelenggara apotek di Kota Bogor yaitu, tidak berada satu atap dengan pasar tradisional, memiliki luas minimal 25 meter2, memiliki jarak radius minimal 500 meter dari sarana yang sama, memiliki ruang tunggu, ruang racik, ruang administrasi dan konseling, ruang untuk display informasi, dan tempat sampah.

Selain itu, lanjut Endang,  bahwa kepemilikan sarana apotek harus dibuktikan dengan sertifikat kepemilikan, dan apoteker pengelola apotek harus berdomisili dilokasi tempat usaha yang dibuktikan dengan Kartu Tempat Penduduk (KTP).

Lebih lanjut Endang mengatakan, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang kefarmasian telah terjadi pergeseran orientasi kepada pelayanan yang komprehenshif yakni Pharmacueutical care.

Menurut Endang, mengacu kepada UU Kesehatan No 36/2009 dan PP 51/2009), bahwa apoteker tidak hanya sebagai pengelola obat namun pengertiannya diperluas yaitu memberikan informasi dalam mendukung penggunaan obat yang benar dan rasional.

Endang menambahkan, saat ini di Kota Bogor tercatat  120 lebih apotek yang tergabung dalam wadah IAI.  Sedangkan di Kabupaten Bogor, menurut Ketua IAI Kabupaten Bogor Ita Fernandez yang hadir dalam seminar tersebut, tercatat ada 236 apotek.

Seminar sehari yang dibuka kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr. Rubaeah, menghadirkan beberapa nara sumber antara lain Ketua IAI pusat Dani Pratomo yang mengangkat tentang kefarmasian khususnya obat-obatan yang berkaitan dengan Farmakologi yaitu obat-obatan untuk pasien TBC, dimana peran apoteker harus mampu memberikan informasi kepada pasien-pasien TBC yang menggunakan obat. umar

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty