x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



LSM Desak Kejati Jemput Paksa Tersangka Korupsi Studio Mini

Meski Jadi Tersangka Kejati Jateng, Agus Utomo Bebas Berkeliaran

Sabtu, 10 Maret 2012 04:10 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Meski Jadi Tersangka Kejati Jateng, Agus Utomo Bebas Berkeliaran - LSM Desak Kejati Jemput Paksa Tersangka Korupsi Studio Mini - Ist/Studio Mini. Inzert: Tersangka Agus Utomo

Ist/Studio Mini. Inzert: Tersangka Agus Utomo

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi benar-benar payah. Pasalnya, meskipun sudah menetapkan status tersangka terhadap Agus Utomo, pejabat Pemprov Jateng dan seorang pejabat TVRI, namun hingga kini keduanya dibiarkan bebas berkeliaran.

Tragisnya lagi, peningkatan status dari saksi menjadi tersangka terhadap Agus Utomo dan pejabat TVRI oleh Kejati Jateng ini sudah 5 bulan yang lalu. Namun, upaya penjemputan paksa maupun penahanan pun hingga sekarang tak pernah dilakukan oleh Kejati.

Baca juga: Caleg PKPI Jateng II siap jadi pendamping masyarakat desa dan Mahasiswa dan 9 komplotan "sadis" bersenjata digulung di Jawa Tengah

Sementara, hal ini mendapatkan sorotan tajam dari sejumlah elemen masyarakat Jawa Tengah. Bahkan, DPD LIPMI (Lembaga Investigasi Permasalahan Masyarakat Indonesia) Kota Semarang mendesak agar Kejati Jateng tak ‘tebang pilih’ dalam menangani kasus korupsi. Terlebih lagi, segera melakukan penjemputan paksa terhadap tersangka Agus Utomo dan seorang pejabat TVRI, mengingat statusnya sudah tersangka.

“Kami mendesak Kejati Jateng segera menjemput paksa para tersangka korupsi studio mini. Agar, kedua tersangka tidak menghilangkan barang bukti dan melarikan diri,” ujar Ketua DPD LIPMI Kota Semarang, Mansyur Salim, kepada LICOM, Sabtu (10/3/2012).

Tak hanya itu, LIPMI Kota Semarang juga mengancam akan melaporkan ‘mangkraknya’ kasus dugaan korupsi Studio Mini Pemprov Jateng tersebut ke Kejagung, Kemenkum HAM dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

“Jika tidak ada tanggapan dari Kejati Jateng, kami sebagai masyarakat Jawa Tengah akan melakukan tindakan dan melaporkan kasus itu ke tingkat pusat,” tegasnya.

Diketahui, proyek pembangunan Studio Mini Pemprov Jateng ini dimaksudkan untuk siaran Gubernur Bibit Waluyo guna mensosialisasikan program “Bali Ndeso Mbangun Desa”. Dan Studio tersebut dibangun dengan menggunakan dana APBD Jateng 2008 senilai Rp 4 miliar. Namun, dalam pelaksanaannya terjadi penyelewengan. Kasus itu terbongkar setelah dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng. *wawan




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty