x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Hanya Gara-Gara Salah Pungut Kayu Bakar

Rugikan Perhutani Rp 4o Ribu, Kakek di Madiun Penjara 2,5 Bulan

Sabtu, 10 Maret 2012 18:14 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Rugikan Perhutani Rp 4o Ribu, Kakek di Madiun Penjara 2,5 Bulan - Hanya Gara-Gara Salah Pungut Kayu Bakar - Hasin Bin Hamak dihadapan Mejelis Hakim PN Kabupaten Madiun

Hasin Bin Hamak dihadapan Mejelis Hakim PN Kabupaten Madiun

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Menegakan hukum memang harus tak boleh pandang bulu. Namun keputusan hukum kadang tidak berperilaku adil.

Hal itu yang kini dialami Hasin bin Hamak (68), seorang pencari kayu bakar warga Dusun Sumberan, Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Ngawi Jawa Timur.

Baca juga: Kebakaran Gedung PLN Madiun masih misterius, tunggu hasil Labfor dan Coblos ulang Madiun karena KPU teledor, jumlah pemilih turun 4%

Lelaki tua renta itu harus rela menerima vonis hukuman penjara selama 2 bulan 15 hari oleh Hakim Pengedilan Negeri (PN) Kabupaten Madiun, hanya gara-gara salah memungut kayu bakar.

“Kulo niku mboten nyolong kayu. Kulo dhateng wono pados kayu bakar kagem adang. Nek kulo niat nyolong kayu, damel nopo kayu sak lengen kulo colong. Didol nggih mboten pajeng. Mripat kulo niki pun rabun. Kulo kinten kayu sing kulo kethok niku sanes kajeng jati. (Saya tidak mencuri kayu. Saya ke hutan mencari kayu bakar untuk kayu bakar memasak. Kalau saya berniat mencuri kayu, buat apa kayu sebesar lengan itu saya curi. Dijual juga tidak laku. Mata saya ini sudah rabun. Saya mengira yang saya potong bukan kayu jati),”terang terdakwa dalam bahasa jawa dihadapan majelis hakim sebelum menerima putusan, Jumat (9/3/2012).

Didampingi dua orang tetangganya, kakek yang hidup sebatang kara ini hanya bisa mengiyakan saat Ketua Majelis Bambang Hermanto mengkonfrontasikan keterangan para saksi dengan keterangannya di berita acara perkara (BAP).

Maklum, Hasin ber-IQ rendah dan pendengaranya sudah tak berfungsi dengan bagus. Dan Ia pun tidak bisa berbicara bahasa Indonesia.

Beberapa kali, pria yang sudah ditinggal mati istrinya sejak puluhan tahun silam ini diminta mendekat ke meja Hakim. Pasalnya, ia tampak tidak mendengar apa yang ditanyakan hakim kepadanya. Ketua majelis pun menyampaikan pertanyaan menggunakan bahasa Jawa.

Hasin nampak bingung ketika hakim menyodorkan pertanyaan. Kekek yang menghadiri sidang dengan mengenakan kaos berwarna biru itu pun tak mampu menjawab pertanyaan hakim dengan baik.

Bahkan ketika hakim mengetuk palu dan menjatuhkan vonis, Ia pun hanya menganguk, karena dia tidak mengerti.

Hasin dinilai terbukti melanggar pasal 50 ayat 3 huruf e juncto pasal 78 ayat 5 Undang Undang Nomor 41/1999 tentan Kehutanan. Dari perbutannya, Hasin merugikan Perum Perhutani sebesar Rp 40.360.

Diketahui, kasus ini berawal ketika Hasin ditangkap Polisi Hutan KPH Saradan, 9 Januari sekitar pukul 14.00 dengan tuduhan mencuri kayu jati.

Saat itu Hasin sedang mencari kayu bakar. Lelaki ini ditangkap karena memangkas pohon jati yang sebelumnya telah roboh di Petak 92A yang berjarak sekitar 2 km dari rumah Hasin.

Usai ditangkap oleh Polhut, ia langsung desrahkan ke Polisi dan dijebloskan ke dalam tahanan untuk menunggu sidang sambil disusun BPP-nya.*arso

 

 

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty