x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Kasus Penyimpangan Dana Bank Kredit Pasar (BKP)

Lengkapi Berkas, Polres Ponorogo Periksa Ulang Direktur Bank

Selasa, 13 Maret 2012 02:00 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Lengkapi Berkas, Polres Ponorogo Periksa Ulang Direktur Bank - Kasus Penyimpangan Dana Bank Kredit Pasar (BKP) - Direktur Bank Kredit Pasar Budi Satrio dikonfontir dengan 2 saksi di Mapolres Ponorogo

Direktur Bank Kredit Pasar Budi Satrio dikonfontir dengan 2 saksi di Mapolres Ponorogo

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Berkas perkara penyidikan kasus penyelewengan dana Bank Kredit Pasar (BKP) salah satu perusahaan milik Pemkab Ponorogo dikembalikan ke Polres Ponorogo oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat karena bukti tidak lengkap alias belum p-21.

Siang tadi, Senin (12/3/2012) mantan Direktur Bank Kredit Pasar Budi Satrio, yang ditetapkan sebagai tersangka kembali dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Mapolres.

Baca juga: Suhu politik Pilpres panas, Ponorogo siaga satu dan Pilpres, Polisi gelar razia di perbatasan, amankan senjata angin

Bukan hanya Budi Satrio, polisi juga memanggil dua saksi yaitu, Luhur Karsanto dan Bambang Triwahono.
Kabarnya, dua saksi itu sengaja dipanggil untuk dikonfrontir dengan Budi Satrio.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Nyoto mengatakan, pemanggilan tersangka dan saksi itu guna mencari keterangan tambahan untuk melengkapi data.

Dikembalikannya berkas kasus penyelewengan dana BKP itu, kata Nyoto, hanya karena kurang lengkapannya faktor teknis saja.

“Dikembalikan hari Kamis lalu. Karena belum lengkap saja kok,”ungkapnya.

Disinggung soal hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), AKP Nyoto mengatakan bahwa memang terjadi kerugian keuangan negara sekitar RP 4 Miliar.

Namun di saat ditanya mengenai peraturan apakah diperbolehkan adanya debitur selain dari pedagang yang mengajukan pinjaman di BKP, Nyoto mengaku kurang faham dan tak memberikan jawaban secara pasti.

“Hasuk Audit memang ada kerugian negara sekitar empat Miliar. Kalau tidak salah boleh kok dari pegawai di dalam wilayah Ponorogo, coba tanya ke BKP saja saya kurang jelas masalah yang itu,ā€¯ujarnya.

Di sisi lain diketahui informasi yang diperoleh mengatakan, Luhur Karsanto yang saat itu menjabat sebagai dewan pengawas mempunyai catatan pernah menjadi debitur BKP, dan BS menjabat sebagai direktur utama BKP.

Dengan berlanjutnya penyidikan kasus ini Kasat reskrim menandaskan tidak menutup kemungkinan berkembang saksi-saksi lain dan juga bertambahnya tersangka.*arso

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty