Cegah Longsor, Pemkot Bogor Alokasikan Rp 6 Miliar

Editor: | Rabu, 14 Maret 2012 12:45 WIB, 461 hari yang lalu



Cegah Longsor, Pemkot Bogor Alokasikan Rp 6 Miliar - - Longsor di Bogor

Longsor di Bogor


LENSAINDONESIA.COM: Cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini, mengancam keberadaan wilayah rentan longsor seperti, daerah Sukasari, Bondongan, Mulyaharja dan Empang. Bahkan dalam sebulan terakhir tercatat empat bencana longsor hingga memakan korban jiwa terjadi akibat kecenderungan derasnya guyuran air hujan. Berkaitan dengn itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengalokasikan dana sebsar Rp 6 miliar digunakan untuk pembangunan turap di sejumlah titik rawan longsor.

Menurut Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Air pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bogor, Daud Ashandi mengatakan, pembangunan turap yang bersumber dana dari bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Pemprov DKI itu, merupakan langkah mengantisipasi terjadinya longsor.

Baca juga: Taman Wisata Mekarsari undang siswa berlibur panen buah jambu bol dan Pasca longsor, Pacitan terancam kekeringan

“Idealnya, memang sepanjang aliran sungai yang tebingnya rawan longsor dilengkapi dengan tanggul penahan tanah atau turap untuk mencegah pendangkalan dan longsor. Hanya saja, karena segala keterbatasan, baru 40 persen bantaran sungai rawan longsor yang sudah dilengkapi tanggul,” kata Daud kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Daud menambahkan, warga yang meminta pembangunan turap dwilayah rawan bencana longsor sering mengadu ke Pemkot Bogor. Mengingat minimnya anggaran menjadi keterbatasan pembangunan yang kini hanya bisa direalisasikan beberapa titik.

“Masih banyak yang belum diturap sehingga membahayakan dan berisiko bagi warga yang tinggal di sekitar sungai,” tambahnya.

Dilanjutkan Daud, dari pemetaan terdapat beberapa aliran sungai yang memeiliki tebingan sehingga sangat rawan. Pihaknya berjanji akan memprioritaskan aliran Sungai Cisadane dan Ciliwung. Itu dilakukannya mengingat aliran sungai yang deras serta lingkungannya mengalami degradasi yang akan menjadi penyebab tebingan labil.

“Tahun 2011 lalu, sudah membangun tanggul di wilayah Graha Indah (Bogor Utara), Sungai Sindang Barang Loji, Sungai Sindang Barang belakang Kali Bubulak, Sungai Ciheuleut, Sungai Cipakancilan, dan Sungai Cisadane Empang. Sementara untuk tahun ini, kami berencana membangun beberapa tanggul di titik rawan seperti tiga lokasi di sepanjang Sungai Ciliwung yakni sekitar Lapangan Sempur, Baranangsiang, dan Warung Jambu; empat lokasi di Sungai Cisadane, Cisadane-Empang, Cisadane Gang Kelor, Cibeureum, dan Mulyaharja,” jelasnya. umar



Berita Terkait:




KODAK

VIDEO