Sirosis Hati / Ilustrasi
LENSAINDONESIA.COM: Sirosis hati sampai saat ini masih dianggap sebagai penyakit mematikan.
Penyakit ini merupakan penyebeb kematian tertinggi ke-5 bagi pria dan urutan ke-7 bagi wanita di dunia.
Baca juga: Ternyata Protein Kerang Bisa Melawan Sel Penyebab Kanker Loh... dan Balita 3,5 Tahun Diserang Penyakit Kanker Mata Kronis
Sampai saat ini tercatat sekitar 25.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat sirosis hati.
Di tahap awal, penyakit yang debabkan karena minuman keras dan hepatitis B ini tidak menimbulkan gejala apapun. Oleh karenanya, seseorang kadang tidak menyadari tengah mengidap sirosis hati.
Di indonesia jumlah penderita sirosis hati pria lebih tinggi dibanding perempuan.
Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroentero Hepatologi Rumah Sakit Premier Jatinegara Dr.Irsan Hasan,SpPD KGEH mengatakan, Sirosis adalah penyakit yang sangat berbahaya dan dapat mengganggu pelaksanaan fungsi-fungsi hati selain itu sirosis juga beresiko berkembang menjadi kanker hati (hepatocelluler carcinoma).
Risikonya bervariasi sesuai penyebab sirosis, risiko yang terbesar adalah yang disebabkan oleh infeksi hepatitis C dan B diikuti oleh hemokromattosis.
Dijelaskan, khusus bagi anda yang memiliki riwayat peminum alkohol berat atau terkena hepatotis kronis sebaiknya melakukan pemeriksaan diri sebagai tindakan deteksi dini.
Terlebih jika berdasarkan hasil pemeriksaan fisik diketahui adanya pembesaran hati dan penumpukan cairan, maka ada kecurigaan anda terkena sirosis hati,Pemeriksaan darah juga dapat mengkonfirmasi kegagalan fungsi hati.
Bila sirosis tidak terdeteksi dengan jelas, maka dapat dilakukan pemeriksaan antibodi virus hepatitis atau auto-antibodi yang mungkin telah menyerang sel-sel hati anda,kelebihan zat besi atau tembaga dalam darah dan lain-lain.
“Jika kerusakan tidak dihentikan, hati akan kehilangan kemampuan untuk menjalankan fungsi normalnya secara bertahap. Ini disebut gagal hati. Kadang-kadang disebut sebagai stadium akhir penyakit hati,”papar Dr Irsan dalam Seminar bagi awam tentang Pendektesian Dini dan Pengobatan sirosis Hati di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (17/3/2012).
Menurutnya, sirosis cenderung memburuk jika penyebab dasarnya tetap ada. Kasus yang paling parah, dimana jaringan parut meluas dan hati nyaris tidak bisa berfungsi, maka transplantasi hati mungkin adalah satu-satunya jadi pilihan.
Dr Irsan mengatakan, dari beberapa rumah sakit yang ada di Indonesia, Rumah Sakit Premier Jatinegara adalah rumah sakit yang telah terakreditasi JCI (Joint Commission International) yang memiliki pelayanan berkuwalitas terhadap pasien sirosis hati.
“Kami berharap seminar ini dapat menjadi salah satu pengetahuan penting dan sarana menyebarluaskan pengetahuan mengenai berbagai persoalan kesehatan yang ada di sekeliling kita yang diberikan oleh RS Premier Jatinegara kepada masyarakat luas,”pungkas Irsan.*kasiyanto
Berita Terkait:
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
4 jam yang lalu
4 jam yang lalu
4 jam yang lalu