x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Reklame Kadaluwarsa dan Bodong Akan Diberi Tanda Silang Khusus

DCKTR Berlakukan Sistem Sewa Lahan Ruas Milik Jalan

Sabtu, 17 Maret 2012 14:06 WIB (2 years yang lalu)Editor:
DCKTR Berlakukan Sistem Sewa Lahan Ruas Milik Jalan - Reklame Kadaluwarsa dan Bodong Akan Diberi Tanda Silang Khusus -

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM : Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang menyampaikan rencana Pemkot Surabaya yang akan menghapus penarikan retribusi untuk seluruh reklame yang berada di ruang milik jalan (Rumija) karena menurut UU no 28 tahun 2009 sudah tidak diperbolehkan.

“Dalam waktu sesegera mungkin Pemkot Surabaya akan menghapus penarikan retribusi untuk semua reklame yang berada di Rumija termasuk yang berbentuk Bando maupun JPO (jembatan penyeberangan Orang),” ucap Agus Imam Sonhaji, Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang, sabtu (16/03), kemarin.

Baca juga: Satpol PP Surabaya diduga bekingi reklame mokong dan DPRD Surabaya sebut Pemkot tak punya dasar tertibkan reklame

Ternyata tidak berhenti sampai disitu, pemkot tetap akan menggali PAD dari sisi reklame di wilayah rumija dengan cara sewa menyewa yang tarifnya sedang dalam pengkajian.

“sesuai Permendagri no 17 thun 2007, pemerintah daerah diperbolehkan melakukan system sewa menyewa terkait reklame di wilayah rumija karena menyangkut lahan milik pemkot Surabaya, namun tarifnya masih sedang di kaji dengan berbagai pihak yang selanjutnya akan dituangkan dalam bentuk Perwali” jelas Yayuk.

Dalam kesempatan ini, Agus Imam Sonhaji juga mengatakan bahwa dirinya telah melakukan general agreement dengan beberapa SKPD terkait penertiban reklame agar tidak terjadi lagi saling tuding dan saling menyalahkan jika berbicara soal penertiban (eksekusi pemotongan) reklame tak berijin.

“Yang lalu biarlah berlalu, tetapi saat ini kami beberapa SKPD yang terkait telah melakukan semacam general agreement untuk tidak lagi menunda eksekusi reklame yang dipastikan melanggar dengan memulai dari tanggal paling awal masa habis izinnya” tegas Agus.

Mantan Kepala Dinas Bina Program itu menjelaskan bahwa untuk melakukan aksinya, Pemkot akan memberikan dua jenis tanda silang untuk reklame yang melanggar, satu silang untuk reklame habis masa izinnya dan dua silang untuk reklame yang tak berizin.

“Kami akan memberikan dua jenis tanda silang, yakni satu silang untuk reklame habis masa izinnya, dan dua silang untuk reklame tak berizin, saat ini kami telah memulai aksi itu di wilayah jl Mayjed Sungkono dan Jl HR Muhammad,” ungkap Agus. @dhimas


Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty