Ist/Dhimam Abror
LENSAINDONESIA.COM: Keputusan tidak konsisten kembali dikeluarkan PB PON terkait peraturan pelaksanaan multi event empat tahunan ini. Perubahan keputusan ini dimulai polemik wacana penambahan 4 cabang olahraga (Cabor) dalam pelaksanaan PON XVIII/2012 Riau berdampak pada molornya batas akhir pendaftaran PON itu sendiri.
Jika sebelumnya, Pengurus Besar (PB) PON menetapkan batas akhir pendaftaran “by number” pada 9 Maret, kali ini batas akhir pendaftarannya diundur sampai 9 April mendatang.
Baca juga: Tak jadi pindah, tenis meja Porprov tetap di Maospati dan Surabaya justru waspadai wasit yang nakal
Diundurnya batas akhir pendaftaran “by number” kian menununjukkan tidak adanya konsistensi PB PON maupun KONI pusat terhadap Surat Keputusan (SK) No: 73 tahun 2010 yang kemudian direvisi menjadi SK No: 35 tahun 2011. Dimana dalam SK sudah jelas ditetapkan, bahwa PON XVIII/2012 Riau mempertandingkan 39 Cabor dan 598 nomor. Tapi, kini menjelang beberapa bulan pelaksaan event empat tahunan masih diributkan
untuk penambahan cabor.
“Mestinya kurang 6 bulan pelaksanaan pendaftaran sudah harus beres,” kata Ketua Harian KONI Jawa Timur, Dhimam Abror.
Tak heran, jika wacana pembahan 4 Cabor, yakni, berkuda, dansa, hoki dan drumband, menuai penolakan dari sejumlah daerah di tanah air. Beberapa daerah yang melakukan penolakan bukan lantaran mereka tidak memiliki peluang untuk meraih hasil terbaik terhadap 4 Cabor baru yang akan ditambahkan. Namun, sejumlah daerah meminta agar PB PON dan KONI pusat tetap konsisten terhadap SK yang berlaku.
Dhimam Abror mencontohkan, untuk kualifikasi Cabor hoki akan didasarkan pada kejuaraan yang digelar di Semarang, beberapa waktu yang lalu. Namun, 7 dari 8 daerah yang lolos malah mengeluarkan pernyataan untuk penambahan Cabor hoki. Pasalnya, 7 daerah tersebut tetap ingin konsisten pada SK yang sudah ada. “Dari 8 daerah, hanya Jawa Barat yang tidak hadir di Semarang untuk membuat pernyataan penolakan,” terangnya.
Sementara, untuk Jawa Timur sendiri sempat meraih medali emas untuk Cabor drumband dalam PON yang digelar di Kalimantan Timur. Kendati demikian, Jawa Timur tak lantas menerima begitu saja rencana penambahan Cabor drumband. Selain alasan konsistensi, masih ada faktor lain yang menjadikan Jawa Timur menolak penambahan Cabor drumband.
“Mana mungkin kita bisa menyiapkan atlet dalam waktu singkat. Apalagi, drumband memerlukan biaya lebih besar. Karena, diikuti oleh tim yang berjumlah 25 orang. Lebih baik konsentrasi pada Cabor individu saja,” katanya.
Untuk Cabor drumband, paling tidak harus menyiapkan sekitar 25 atlet. Bukan hanya waktu yang sudah mepet untuk mempersiapkan atlet segitu banyaknya, anggaran juga akan menjadi persoalan utama. “Lebih baik konsentrasi ke nomor individual yang sudah siap sebelumnya,” pungkasnya. @iwan
Berita Terkait:
1 menit yang lalu
20 menit yang lalu
31 menit yang lalu
51 menit yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
3 jam yang lalu