x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Terhenti di Era Bambang DH Karena Faktor Teluk Lamong

Pembangunan TPI di Romokalisari Kembali Dilanjutkan

Sabtu, 17 Maret 2012 14:18 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Pembangunan TPI di Romokalisari Kembali Dilanjutkan - Terhenti di Era Bambang DH Karena Faktor Teluk Lamong -

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM : Para nelayan di kawasan Surabaya Barat akan tersenyum kembali. Karena setelah pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) berhenti selama tiga tahun, Pemkot Surabaya kembali melanjutkan pembangunan TPI yang berada di Romokalisari itu.

Pembangunan TPI itu konsepnya berbeda dengan konsep sebelumnya. Saat ini pembangunan rumah susun bagi nelayan, dimana sebelumnya konsep yang dipakai pemkot memberikan tempat pertemuan nelayan, tempat sandar perahu dan lelang ikan.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Surabaya Syamsul Arifin mengatakan, konsep itu sedang digodok di Badan perencanaan dan pembangunan Kota (Bappeko).

“Tidak perlu khawatir, kelanjutan pembangunan TPI akan terus dilakukan,” ujar Syamsul, Sabtu(17/03).

Menurutnya proyek pembangunan TPI, memang memiliki perjalanan panjang.

Berhentinya pembangunan sudah terjadi sejak era Wali Kota Bambang DH karena adanya pembangunan Teluk Lamong.

“Mestinya jembatan itu tidak boleh ada karena ganggu Teluk Lamong,” ujarnya.

Syamsul menambahkan, kelanjutan pembangunan TPI bisa berjalan lancar seiring dengan pembangunan proyek jalan lingkar barat luar. Sebab, akses jalan lingkar barat nanti menuju langsung ke TPI. “Proyek ini mulai dijalankan secepatnya,” tukasnya.

Dengan penambahan konsep itu, Syamsul menandaskan kalau banyak instansi nantinya ikut bergabung. Karena itu instansi yang membangun TPI nantinya tak sepenuhnya dipegang Dinas pertanian.

“Sekarang ini melibatkan banyak instansi seperti Dinas Bangunan dan Tanah,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Surabaya Agus Sudarsono mengatakan, pihaknya mengaku sepakat dengan pembangunan TPI yang akan dilanjutkan. Apalagi ada penambahan konsep baru dengan pembangunan rusun.

Pembangunan tetap harus memprioritaskan TPI. Pembangunan rusun di Surabaya Barat sudah berjalan. Bahkan, Detail Engineering Desaign (DED) sudah turun.

“Jangan sampai seperti TPI di Kenjeran yang mangkrak dan tak ada greget meskipun sudah dibangun,” tegas politisi asal Partai Golkar itu. @dhimas

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty



Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty