x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Nasib Pantai Marunda, Kini Penuh Tumpukan Sampah

Minggu, 18 Maret 2012 15:43 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Nasib Pantai Marunda, Kini Penuh Tumpukan Sampah - - Tumpukan sampah di pantai Marunda

Tumpukan sampah di pantai Marunda

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Hasil pantauan lensaindonesia.com terlihat di bibir Pantai Marunda, Cilincing Jakarta Utara, tumpukan gunungan sampah, tepatnya berada di bibir pantai (Lahan KEK milik KBN). Setiap harinya banyak pengunjung ke lokasi tersebut untuk menikmati keindahan alam pantai. Sampah tersebut  menumpuk di bibir pantai diperkirakan sepanjang 300 meter.

Dari sepanjang bibir pantai Marunda, Cilincing Jakarta Utara penuh diselimuti oleh sampah laut yang bersandar di pinggir pantai. Sampah-sampah ini selain membuat pemandangan terkesan jorok, bau juga menimbulkan limbah berserakan di kawasan Pantai itu. Hal ini bukan cuma mengganggu para pengunjung yang hendak menikmati keindahan pantai Marunda, namun limbah tersebut justru membuat sebahagian para  nelayan kehilangan pendapatannya dalam menangkap kerang hijau yang biasanya menjadi sumber penghasilan yang sangat lumayan besar.

Baca juga: Duh, sungai kawasan industri Pulo Gadung berubah jadi TPS warga dan Saluran air Kawasan Industri Pulo Gadung berubah jadi TPS warga

Sementara itu, menurut Tamrin (45) salah seorang nelayan kerang hijau “Dua bulan lalu pernah dibersihkan petugas mas! tapi kini sampahnya numpuk lagi. Sampah ini bikin kami susah untuk berternak kerang hijau”. Hal itu diuatarakannya saat di temui lensaindonesia.com. Minggu (18/3/2012) di pantai Marunda.

Seorang pengunjung Parman (32) warga Tambun Bekasi, mengutarakan bahwa sampah yang terdiri dari kayu,bambu, plastik dan lainnya ini membuat air laut yang berwarna biru menjadi coklat. ”Dan Kami pengunjung yang ingin menikmati mandi di laut terpaksa kami semua beserta keluarga mengurungkan niatnya untuk mandi. Wah! kalau banyak sampah seperti ini kami engga jadi mandi mas! bisa-bisa badan kami gatal-gatal semua,” cetusnya.

Selain itu, Nasir (45) salah seorang nelayan lainya mengharapkan, kepada pemerintah maupun instansi terkait, baik itu Lurah,Camat Cilincing maupun sudin kebersihan Pemkot Administrasi Jakarta Utara untuk segera membantu mengatasinya. ”Agar tidak berlarut-larut sehingga merusak keindahan panorama Pantai Marunda maupun penghasilan para nelayannya,” tandasnya. ichsan




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty