x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Taekwondo Surabaya Kisruh, 56 Dojang Gelar Muskotlub

Taekwondo Surabaya Kisruh, 56 Dojang Gelar Muskotlub

Senin, 19 Maret 2012 00:11 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Taekwondo Surabaya Kisruh, 56 Dojang Gelar Muskotlub - Taekwondo Surabaya Kisruh, 56 Dojang Gelar Muskotlub - Ist/Ilustrasi taekwondo

Ist/Ilustrasi taekwondo

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kisruh pengurus cabang olahraga tekwondo kini merambah ke tingkat kota Surabaya. Ini terbukti dengan digelarnya Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) oleh 56 dojang/klub dibawah naungan Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Surabaya, Minggu (18/3/2012) di Hotel Narita.

Dalam rapat yang dihadiri oleh perwakilan Pengprov TI Jatim, Stevanus (Binpres) dan Heri (Bidang Organisasi) ini menghasilkan keputusan terpilihnya tim formatur yang terdiri dari Suherman (Ketua), Heri Zaro (Anggota), Andi Bayu (Anggota) dan Stevanus (Pengprov TI Jatim). Selanjutnya, hasil Muskotlub tersebut akan dilaporkan ke KONI Surabaya untuk direkomendasi ke Pengprov TI Jatim untuk di sahkan.

Baca juga: KONI Jatim beri lampu hijau UTI Pro jadi Pimpro Puslatda Taekwondo dan UTI Pro Jatim janji lebih berprestasi dalam PON Jabar

Meski sudah menentukan kesepakatan, namun rapat yang dipimpin Ketua Sidang Prihadi Saputro tersebut tidak dihadiri oleh perwakilan pengurus lama yang diketua oleh M Khirom. Sementara, dari KONI Kota Surabaya sebagai induk cabang olahraga juga tidak terlihat, meski undangan sudah dikirim.

“Kita sudah konfirmasi ke bidang organisasi KONI Surabaya dan mempersilahkan menggelar rapat ini. Hasilnya, akan kita laporkan sebagai rekomendasi ke Pengprov TI Jatim untuk disahkan,” kata Ketua Formatur terpilih Suherman.

Sebetulnya, Muskotlub kali ini mengagendakan beberapa poin, diantaranya pencabutan mandat pengurus periode 2010-2014 dan memilih ketua baru. Namun, karena penguru lama dan Pengurus KONI Surabaya tidak hadir, rapat hanya memilih tim formatur saja.

Sedangkan, status kepengurusan M Khirom yang selama ini dianggap tidak bisa mengakomodir seluruh kepentingan anggota, saat ini masih belum dicabut oleh Pengprov TI Jatim.

Perwakilan Pengprov TI Jatim, Stevanus mengatakan, untuk saat ini dirinya tidak bisa memberikan keputusan tentang pencabutan status pengurus lama. Hanya dirinya akan mendampingi hasil rapat kali ini untuk ditindak lanjuti secepatnya.

“Saya tidak bisa memberikan keputusan sekarang Karena yang bersangkutan tidak hadir. Intinya Pengprov ingin segera permasalahan ini cepet selesai. Kita mendukung sepenuhnya keputusan Muskotlub ini,” ujar Stevanus.

Meski bersifat rapat luar biasa, acara ini terbilang berjalan dengan mulus. Sejak dimulai, pemegang suara yang merupakan perwakilan dojang / klub yang memiliki sabuk hitam menyatakan satu suara menolak beberapa kebijakan yang diterapkan dari pengurus lama periode 2010 – 2014 yang dipimpin M Khirom.

Beberapa diantaranya adalah menganggap kepengurusan yang dipimpin M Khirom tidak sah karena ketua bukan berdomisili di Surabaya. Selain itu, kebijakan terkait penarikan biaya iuran, pemecatan pelatih sepihak, intimidasi kepada klub, dan dianggap melindungi oknum pelatih yang sudah dihukum oleh Pengprov adalah faktor yang menjadi tuntutan. @iwan




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty