x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Indeks Pendidikan dan Kesehatan Jabar Tahun 2011 Tidak Tercapai

Selasa, 03 April 2012 20:30 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Indeks Pendidikan dan Kesehatan Jabar Tahun 2011 Tidak Tercapai - - Anggota Komisi E DPRD Jabar Humar Danny, SH,SE,MM, MH

Anggota Komisi E DPRD Jabar Humar Danny, SH,SE,MM, MH

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Tiga indikator pendukung  Indek Pembangunan Manusia (IPM) Jabar 2011 yaitu pendidikan dan kesehatan tidak tercapai, hanya daya beli masyarakat yang mencapai target.

Pada tahun anggaran 2011, Pemprov Jabar menargetkan kenaikan poin IPM sebesar 1,2 poin, namun capaiannya hanya 0,74 poin.  Tidak tercapainya target IPM ini, karena banyak program di Dinas Pendidikan dan Kesehatan tidak berjalan maksimal dan optimal. Bahkan ada yanga menjadi temuan BKP.

Baca juga: Ini daftar 6 perguruan tinggi swasta Jabar dinegerikan tahun 2014 dan Komisi-A DPRD Jabar galau ribuan warga belum didaftar ikut nyoblos

Tidak tercapaian IPM 2011, merupakan gambaran kegagalan Pemprov Jabar, hal ini dikatakan Anggota Komisi E DPRD Jabar Humar Danny, SH,SE,MM, MH saat ditemui LICOM di kantor DPD Partai Gerindra, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, semula IPM 2011 ditargetkan sebesar 73,24 poin namun dalam APBD Perubahan dijadikan sebesar 72,82 poin. Tapi tetap saja tidak tercapai. Untuk itu, dalam rangka evaluasi LKPJ Gubernur 2011, Komisi E akan mempertanyakan dan mengkritisi kepada pihak Disdik dan Dinkes Jabar, belum jelas kendalanya. Padahal di Disdik dan Dinkes, menyedot anggaran dari APBD  Jabar 2011 cukup besar, ujar Humar penuh tanya.

Humar juga menyoroti, adanya perubahan kebijakan yang diambil Disdik Jabar terhadap pelaksanaan Ruang Kelas Baru (RKB) dan BOS.

Komisi E akan mempersoalkan, perubahan RKB yang semula diperuntukan kepada sekolah Negeri  sebanyak 3.000 RKB berpindah ke Swasta, juga akan mempertanyakan penyaluran dana yang bersifat hibah tersebut. Apa dasarnya, sehingga terjadi perubahan.

“Dalam  anggaran 2011,  dianggarkan sebanyak 3.000 RKB dan pembangunan RKB harus dilelang, tapi berdasarkan hasil monitoring Komisi E kebeberapa daerah, ternyata di berikan kepada sekolah swasta yang sifatnya hibah”, ungkap Humar.

Dicontohkan,  RKB yang di lelangkan dapat diminta pertanggung  jawaban, dan dapat diawasi oleh masyarakat, sedangkan RKB yang dihibahkan, yang tahu hanya pemberi ( Disdik-red) dan sekolah penerima. Dikhawatirkan pembangunan melalui Swakelola (hibah), nantinya tetap membebankan para orang tua siswa.

Selain mengkritisi program RKB,  Komisi E juga akan mengkritisi program BOS dan Beasiswa Guru untuk perbaikan mutu guru/ pendidikan. Karena, ada laporan masuk ke Komisi E, dana BOS dan Beasiswa Guru disinyalir ada ketidak beresan. Untuk itu, kita akan perdalam dalam rapat evaluasi minggu depan.

Sementara itu, untuk Dinas Kesehatan, Komisi E akan menindak lanjuti hasil temuan BKP terkait adanya pemecahan anggaran untuk belanja obat-obatan dan Alat Kesehatan serta Jaminan Kesehatan  Masyarakat Miskin (Jamkesmaskin).

Saat  Komisi E melakukan tinjauan ke RS Al Ihsan di Kab.Bandung dan RS Jiwa Cisarua di Kab.Bandung Barat, ternyata dana Jamkesmaskin tidak terpakai habis (ada Silpa). Padahal jelas-jelas dana tersebut dana sosail yang diperuntukan bagi keluarga miskin.  Hal ini menandakan, ada indikasi pihak pengelalo RS Al Ihsan dan RS Jiwa Cisarua, sengaja tidak transparan dan bahkan tidak tersosialisasi dengan baik. tandasnya. husein




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty