x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Indonesia Miliki Peran Strategis Sebagai Negara Penghasil Produk

KKP Genjot Diversifikasi Produk Olahan Ikan

Sabtu, 14 April 2012 20:37 WIB (2 years yang lalu)Editor:
KKP Genjot Diversifikasi Produk Olahan Ikan - Indonesia Miliki Peran Strategis Sebagai Negara Penghasil Produk Perikanan - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C.Sutardjo saat meninjau olahan ikan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C.Sutardjo saat meninjau olahan ikan.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melaksanakan serta meneruskan berbagai program pro-rakyat melalui peningkatan supply chain and value chain management, berupa peningkatan produksi produk olahan ikan bernilai tambah tinggi melalui peningkatan kapasitas Usaha Kecil Menengah (UKM) dan industrialisasi pengolahan.

Hal ini dikemukakan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C.Sutardjo dalam sambutannya pada acara Kunjungan Kerja ke Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (14/4/12). Ia menjelaskan, bahwa diperlukan jaringan terintegrasi yang terdiri dari sehimpunan industri saling terkait, seperti industri inti (core industries), industri pemasok (supllier industries), industri pendukungnya (supporting industries) serta industri terkait (related industries).

Baca juga: Gila! Satu juta ton ikan kekayaan laut Indonesia dijarah asing dan Kementerian KP bentuk Polsus, siap gebuk pencuri dan perusak aset laut

Sharif menambahkan, KKP akan terus berupaya mendorong serta mengembangkan Industri pengolahan hasil perikanan agar dapat menghasilkan produk yang dicintai konsumen. Produk tersebut tentu saja harus memiliki mutu yang baik, aman dikonsumsi, tersedia secara berkesinambungan, berdaya saing secara ekonomis, serta sesuai dengan selera masyarakat.

“Maka dari itu, diversifikasi olahan dan pemanfaatan segala bentuk sumberdaya perikanan harus dapat kita upayakan secara maksimal,” sambungnya.

Indonesia memiliki peran strategis sebagai negara penghasil produk perikanan dan sekaligus menjadi pasar produk olahan perikanan. Pada tahun 2011, produk olahan perikanan Indonesia adalah sebanyak 4,58 juta ton, meningkat dibandingkan tahun 2010 sebesar 4,2 juta ton.

Pada tahun 2012, KKP menargetkan peningkatan produksi produk olahan perikanan sebesar 4,8 juta. Oleh karenanya, pembangunan sektor kelautan dan perikanan diarahkan ke industrialisasi agar dapat mencegah ketergantungan kebutuhan konsumsi Indonesia pada negara lain.

Menurutnya, yang harus dilakukan adalah dengan memanfaatkan pasar lokal yang besar ini sebagai basis atau pijakan pengembangan pasar internasional. Dengan kata lain, produk perikanan kita harus diterima menjadi tuan di negeri sendiri dan menjadi dasar untuk masuk dan berkembang di pasar negara lain.

Oleh sebab itu, ia menyampaikan harapannya agar sektor perikanan dapat dikembangkan semaksimal mungkin untuk menghasilkan produk perikanan yang dapat diterima konsumen dalam dan luar negeri.

Untuk itulah, Industri pengolahan hasil perikanan terus didorong dan dikembangkan agar bisa menghasilkan produk yang dicintai konsumen. Produk tersebut tentu saja harus memiliki mutu yang baik, aman dikonsumsi, tersedia secara berkesinambungan, berdaya saing secara ekonomis, serta sesuai dengan selera masyarakat.

“Diversifikasi olahan dan pemanfaatan segala bentuk sumberdaya perikanan harus dapat kita upayakan secara maksimal,” jelasnya.

Sementara itu, terkait Industri pengolahan hasil perikanan Sharif mengatakan, Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu basis produksi dan industri perikanan nasional karena ada sekitar 130 Unit Pengolahan Ikan (UPI), 63 UPI diantaranya berorientasi ekspor.

Hal ini menunjukkan bahwa produk perikanan dari Jawa Timur mempunyai daya saing yang cukup tinggi sehingga mampu bersaing di pasar ekspor. Sebagaimana kita ketahui, bahwa nilai ekspor nasional hasil perikanan Indonesia pada tahun 2011 sebesar US$ 3,5 miliar, naik sebesar 22,95 persen dari nilai ekspor tahun 2010 dimana dari total nilai ekspor tersebut diperkirakan 24 persennya merupakan kontribusi dari Jawa Timur, yakni sebesar 827 juta dolar pada 2011.

Selain itu, tambahnya, Provinsi Jawa Timur telah mengukir keberhasilannya dalam industri perikanan dengan melakukan terobosan melalui pengolahan limbah hasil perikanan menjadi nilai tambah. Hasil pengelolaan limbah itu digunakan sebagai pupuk kemudian diekspor ke Jepang.

“Apabila hal ini dilakukan secara optimal, maka memiliki potensi produksi sangat besar, yakni sebesar 460 ribu ton per tahun dengan nilai 368 juta dolar. Sehingga, diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja sekitar 4000 orang,” ungkapnya.

Dikatakannya, hal ini merupakan suatu terobosan dalam industri perikanan dan menjadi nilai tambah yang dapat terus dikembangkan dan dijadikan model pada sentra-sentra produksi di tempat lain, karena hal ini bukan hanya dapat menambah devisa negara tapi juga merupakan industri kreatif dalam memanfaatkan limbah serta mampu menyerap tenaga kerja.

Sebagai salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur, Gresik merupakan daerah penghasil perikanan yang cukup signifikan, baik perikanan laut, tambak, maupun perikanan darat.

“Kabupaten Gresik juga turut memberikan kontribusi terhadap ekspor dengan adanya empat UPI besar diantaranya, PT. Kelola Mina Laut, PT. Indu Manis, PT. Madsumaya dan PT. Titani Alam Semesta,” tutur Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Saut P. Hutagalung.

Kabupaten Gresik memiliki bandeng sebagai salah satu produk unggulan. “Daerah ini harus lebih ditingkatkan. Nilai tambahnya, melalui pemenuhan standar mutu dan keamanan produk ataupun diversifikasi olahannya agar mempunyai daya saing di pasar internasional,” imbuh Saut.

Untuk itulah, KKP dengan program industrialisasinya bersama-sama dengan Pemerintah Daerah berkomitmen untuk menjadikan bandeng sebagai salah satu produk unggulan ekspor Indonesia.

Untuk mewujudkan dan mendukung Provinsi Jawa timur khususnya Kabupaten Gresik, Menteri Kelautan dan Perikanan menyerahkan bantuan senilai Rp 6,129 miliar kepada Kabupaten Gresik yang secara simbolis diterima Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto (Rp 5,379 miliar), kelompok pengolah dan pemasah hasil perikanan (Tani Bina Sejahtera dan Mina Sejahtera), dan penerima 9.900 kartu neayan oleh perwakilan nelayan (M. Afnan dan Yahya) di Kabupaten Gresik agar dimanfatkan dan digunakan masyarakat.

Bantuan yang akan diberikan ini meliputi, sarana pemasaran bergerak roda tiga berinsulasi, paket Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) bidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, paket Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) bidang perikanan tangkap, bantuan Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) bidang perikanan budidaya, kartu nelayan untuk 9900 Nelayan di Kabupaten Gresik, paket Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR).

Selain itu, di bidang pendidikan dan penyuluhan, KKP juga memberikan beasiswa pendidikan bagi anak pelaku utama (nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasar), bantuan pelatihan bagi pelaku utama, dan penyelenggaraan Penyuluhan.

Tak luput bidang IPTEKMAS juga mendapat bantuan, untuk meningkatkan modernisasi dan daya dobrak pasar sehingga mampu menghasilkan produk-produk dengan value yang tinggi atau menghasilkan produk-produk yang sangat efisien.

Diantaranya, introduksi dan Pendampingan Model Penerapan Teknologi Pengolahan Aneka Ikan Bandeng, introduksi, Instalasi dan pendampingan penerapan IPTEK Pengembangan Model Kawasan Industri Garam Rakyat, Introduksi dan Pendampingan Model Penerapan Teknologi Budidaya Ikan Bandeng, Sertifikat Critical Control Point (CCP) bagi Unit Pengolahan Tepung Ikan.

Dalam kesempatan tersebut, Sharif menyampaikan harapannya, agar bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dipelihara dengan baik agar dapat memberikan hasil bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.

Sharif mengungkapkan, selama ini tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan semakin tidak mudah. Saat ini, persaingan di pasar global dituntut semakin kompetitif yang juga dihadapkan pada tantangan lain, seperti kondisi alam akibat perubahan iklim serta kemungkinan adanya kenaikan harga BBM akibat melonjaknya harga BBM di pasar internasional.

Dia merasa yakin dan optimis, bahwa nelayan kita cukup tangguh untuk menghadapi tantangan tersebut. “Berbagai tantangan ini, tentunya bukan untuk membuat kita surut melangkah, tetapi justru menjadi cambuk bagi kita semua untuk semakin bahu-membahu dan bekerja lebih efisien, lebih keras, lebih semangat, dan lebih giat lagi,” tutupnya.@Hidayat

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty