Ist/Walikota Jakut ketika bertemu dengan warganya
LENSAINDONESIA.COM: Walikota Jakarta Utara H Bambang Sugiyono bertatap muka dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, Ketua RT/RW dan PKK se Kecamatan Penjaringan di Sport Club, Pantai Mutiara, Kecamatan Penjaringan, Selasa (17/04/2012).
Selain bersilahturahmi dengan tokoh masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan mensosialisasikan Pemilukada DKI Jakarta yang akan berlangsung 11 Juli mendatang. Walikota juga menyampaikan hasil pembangunan yang sudah dilaksanakan pemerintah, kususnya Jakarta Utara.
Baca juga: Sudin Sosial Jakut gelar razia rutin PMKS dan Kantor KB Jakut gelar pertemuan teknis pelayanan KB
Dalam sambutannya, Walikota Jakarta Utara H Bambang Sugiyono menjelaskan, jika pembangunan di wilayah DKI Jakarta juga kurang exploitasi. Sehingga, masyarakat kususnya Jakarta Utara tidak mengetahui apa yang telah dilakukan pemerintah, seperti penanggulangan banjir yang sudah terealisasi dengan realisasi penurunan wilayah Jakut yang sudah tidak terkena banjir.
“Untuk wilayah utara 40 persen dari wilayahnya tidak lagi terjadi banjir. Paling hanya genangan dan tidak akan terjadi berhari-hari,” jelasnya.
Lebih lanjut, Walikota mengatakan, untuk masalah kesehatan Pemprov DKI Jakarta juga tidak tinggal diam. Saat ini, puskesmas kecamatan sudah melayani rawat inap untuk masyarakat miskin dan difasilitasi secara cuma-cuma.
“Masyarakat miskin tidak perlu khawatir kalau sakit. Karena, khusus untuk masyarakat miskin biaya pengobatan kesehatan sudah gratis,” ujarnya
“Adanya partisipasi masyaralat dalam mendukung pemerintah, pastinya pembangunan infrastruktur kota akan berjalan lancar,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, sejumlah warga menyampaikan uneg-unegnya. Diantaranya, Sarfani(28) warga Muara Angke. Dia mengatakan, jika icon Muara Angke telah hilang, yakni tugu kampung nelayan Muara Angke sudah tidak berdiri lagi. “Saya harap dari pemerintah agar membangun kembali tugu tersebut. Berhubung tempat kami menjadi salah satu kawasan wisata, jalan boleh bagus tapi kami harap icon tersebut ada kembali,” tegasnya.
Hal ini senada juga di katakan Miko(40), warga Pantai Indah Kapuk. Menurutnya, jika terjadi kebakaran petugas pemadam telat datang. Karena, tidak adanya pos pemadam yang ada di kawasan Pantai Indah Kapuk.
“Saya sangat berharap agar diadakannya pos pemadam di dekat kawasan kami. Jadi, apabila ada kejadian cepat sampai ke lokasi dan untuk kantor RW harap dibangun agar kami dapat bekerja dengan mudah untuk mendukung kinerja pemerintah,” pungkasnya. @ichsan
Berita Terkait:
5 menit yang lalu
8 menit yang lalu
13 menit yang lalu
15 menit yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu