x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Kultur Budaya Masih Jadi Kendala Pemerintah

Gawat! Alat Pendeteksi Tsunami Aceh Tak Berfungsi Karena Dicuri

Kamis, 19 April 2012 21:53 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Gawat! Alat Pendeteksi Tsunami Aceh Tak Berfungsi Karena Dicuri - Kultur Budaya Masih Jadi Kendala Pemerintah - Alat pendeteksi tsunami.

Alat pendeteksi tsunami.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Mempelajari terjadinya gempa bumi di Aceh dengan kekuatan 8,5 SR, banyak masyarakat yang trauma dengan tsunami yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. Ini terlihat ketika terjadi gempa semua masyarakat keluar berhamburan dengan kendaraan baik roda dua maupun roda empat sehingga yang terjadi adalah kemacetan sehingga menyulitkan untuk menyelamatkan diri ketempat yang lebih aman.

Sebenarnya, alat pendeteksi tsunami sudah ada dibeberapa titik. Namun kepanikan masyarakat tetap terjadi dikarenakan ada beberapa sirine peringatan tsunami yang tidak berfungsi karena lisrik mati.

Baca juga: Partai Golkar desak keamanan Aceh diperketat dan TB. Hasanuddin: Pemerintah jangan tunggu kekerasan di Aceh meluas

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Humas BNPB saat konfrensi pers Kamis (19/4) mengatakan. Sejauh ini, infrastruktur pencegahan bencana gempa bumi dan tsunami di Indonesia masih minim. Ditambah lagi kepedualian masayarakat sekitar terhadap alat pendeteksi tsunami. Bahkan, alat pendeteksi bukannya di jaga malah ada yang diambil sehingga tidak berfungsi.

Lebih jauh dijelaskan, kini Indonesia membutuhkan sekitar 1000 buah sirine guna mempermudah proses evakuasi dan meminimalisir korban. Namun dianjurkan kepada masyarakat untuk tidak hanya berpatokan dengan sirine.

“Bila terjadi gempa besar, sebaiknya jangan menunggu suara sirine tetapi masyarakat langsung saja menyelamatkan diri ke tempat yang paling aman,” ujarnya.

Ada dua hal penting yang harus dilakukan pemerintah untuk penaggulangan bencana tsunami. Pertama masalah infrastruktur yang belum memadai dan kedua masalah kultur budaya setempat.

Tentang infrastruktur, jumlah dan kualitasnya belum memadai di seluruh Indonesia. Saat ini, Indonesia hanya memiliki 34 sirene, jumlah itu sangat sedikit dari jumlah normal yang dibutuhkan. Idealnya, setiap 2 kilometer di sebuah wilayah harus dipasang sirine. Itu dikrenakan sirine hanya mampu menjangkau radius 2 kilometer.

Untuk Buoy Tsunami, merupakan alat pemberitahu ke satelit bahwa Tsunami telah terjadi sampai saat ini cuma ada 25 buah dan yang masih berfungsi hanya ada tiga buah berada di Enggano, Bali, dan Selatan Jawa. Sedangkan alat yang lainnya rusak karena ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

Bahkan menurutnya, alat tersebut pernah ditemukan di Sulawesi. Padahal alat tersebut diletakkan di perairan dekat Papua. Alat tersebut rusak karena bagian-bagiannya diambil.@Kasiyanto




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty