x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Terkait Penangkapan Awak Redaksi Sumedang Ekspres

Kapolres Sumedang Terancam Disanksi Polda Jabar

Kamis, 19 April 2012 00:25 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Kapolres Sumedang Terancam Disanksi Polda Jabar - Terkait Penangkapan Awak Redaksi Sumedang Ekspres - Ist/Ilustrasi aksi demi menolak kriminalisasi pers

Ist/Ilustrasi aksi demi menolak kriminalisasi pers

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Mabes Polri menyerahkan sepenuhnya proses pemberian sanksi Kapolres Sumedang kepada Polda Jawa Barat.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen Pol M Taufik menanggapi langkah jajaran Polres Sumedang yang menginterogasi awak redaksi Sumedang Ekspres terkait kliping berita bertajuk “Oknum Polisi Ngamuk”.

Baca juga: Perahu wisata tenggelam di Cibinong, dua penumpang hilang dan PBHI Jkt: Agung Podomoro peralat Brimob caplok lahan petani Karawang

“Itu (pemberian sanksi-red) akan diserahkan ke komandan satuannya dalam hal ini Polda setempat,” ujar Taufik di Jakarta, Rabu (18/4/2012).

Sejumlah awak redaksi harian Sumedang Ekspres, mulai dari General Manager, Pemimpin Redaksi hingga Office Boy (OB) digelandang ke Mapolres Sumedang, pada Selasa (17/4/2012).

Mereka diperiksa karena kliping koran tersebut yang memuat berita dengan judul “Oknum Polisi Ngamuk”. Kliping koran dalam ukuran besar ditempel pada mobil hias yang digunakan dalam acara karnaval memperingati Hari Jadi Kota Sumedang. Polres Sumedang menganggap hal itu merupakan penghinaan terhadap institusi Polri.

Namun demikian, Taufik tidak menjelaskan apakah langkah Polres Sumedang itu merupakan tindakan indisipliner atau bukan. Meski, meminta hal seperti itu tidak akan terulang lagi. “Ini tindakan tidak tepat dan Kapolres sudah menyampaikan permohonan maaf,” katanya.

Untuk mencegah terjadinya kembali kasus serupa, menurut Taufik, pihaknya akan lebih meningkatkan sosialisasi kesepakatan yang telah ditandatangani antara Polri dan Dewan Pers pada Februari 2012 lalu.

Dalam kesepahaman itu, salah satu poinnya menyebutkan bahwa hal-hal yang menyangkut mengenai masalah pemberitaan atau hasil dari produk jurnalistik, dalam proses penanganan hukumnya harus dilaporkan terlebih dahulu ke Dewan Pers.

Sosialisasi, khususnya akan dilakukan ke Polres maupun Polsek.

“Dari Divisi Humas dan Kabid Humas Polda akan sosialisasi ke Polres dan Polsek,” tambahnya. @rama

 

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty