SBY memimpin rapat kabinet
LENSAINDONESIA.COM: Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA mensinyalir terdapat anggaran mubazir pada penyelenggaraan rapat presiden SBY serta rapat kerja Sekretaris kabinet sebanyak Rp. 546.160.000.
Anggaran sebanyak itu hanya digunakan untuk persiapan materi sidang dan rapat.
Baca juga: SBY Cs tak datangi sidang gugatan KLB, Tridianto "dongkol" diremehkan dan Buntut KLB Partai Demokrat, SBY cs digugat Tridianto Rp 999.999,00
Koordinator FITRA, Uchok Sky Khadafi dalam siaran persnya, Jumat (20/04) hari ini di gedung DPR/MPR Jakarta, mengatakan dari
anggaran sebesar Rp. 546 juta itu yang digunakan untuk mempersiapkan materi atau bahan – bahan sidang materi atau rapat lainnya yang langsung dipimpin presiden SBY sebanyak Rp. 106.160.000,-
“Jadi, sebelum rapat dimulai, ada anggaran yang mubazir alias anggaran yang sia-sia, yaitu pada program di Sekretaris Kabinet yang harus menyiapkan materi sidang dan rapat lainnya yang dipimpin oleh Presiden dan atau Wakil Presiden serta rapat kerja Sekretaris Kabinet sebesar Rp 546.160.000,” ungkap Uchok.
Sisanya dari anggaran tersebut digunakan untuk penyiapan bahan rapat atau pertemuan yang dipimpin Presiden/ wakil Presiden sebesar Rp. 61.932.000, dan pelaksanaan fungsi-fungsi yang diberikan Deputi Bidang Persidangan Kabinet sebesar Rp 378.218.000.
“Anggaran Rp 546 juta itu dipergunakan untuk sekedar penyiapan bahan-bahan sidang kabinet sebesar Rp 106.010.000, penyiapan bahan
rapat atau pertemuan yang dipimpin Presiden dan/ atau Wakil Presiden sebesar Rp 61.932.000 dan pelaksanaan fungsi-fungsi yang diberikan oleh Deputi Bidang Persidangan Kabinet sebesar Rp 378.218.000″ katanya.
FITRA menilai alokasi anggaran sebanyak itu jelas sebagai kegiatan yang sangat mubazir.
Sehingga Sekretaris Kabinet mestinya meniadakan alokasi anggaran tersebut sebagai bentuk penghematan dari APBNP 2012.
“Alokasi anggaran sebesar Rp 546 juta ini, jelas-jelas sebuah kegiatan yang sangat mubazir. Dan sebenarnya, Sekretaris Kabinet bisa
menghapuskan anggaran ini agar APBN Perubahaan 2012 tidak terlalu cepat habis atau terlalu membebankan APBN kita. Semoga sebelum terbitnya DIPA baru, anggaran ini sudah dihapuskan” katanya.@suciastuti
Berita Terkait:
31 menit yang lalu
41 menit yang lalu
51 menit yang lalu
5 jam yang lalu
6 jam yang lalu
6 jam yang lalu
6 jam yang lalu
6 jam yang lalu
7 jam yang lalu
7 jam yang lalu