x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Gelontorkan Bantuan Rp 12 Miliar Untuk Sarana dan Prasarana

Menteri PDT ‘Lepaskan’ Tiga Daerah Tertinggal di Sumsel

Senin, 23 April 2012 00:20 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Menteri PDT ‘Lepaskan’ Tiga Daerah Tertinggal di Sumsel - Gelontorkan Bantuan Rp 12 Miliar Untuk Sarana dan Prasarana - Ist/Menteri PDT, Helmy Faishal Zaini

Ist/Menteri PDT, Helmy Faishal Zaini

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah pusat tidak bisa berdiri sendiri untuk memajukan daerah yang tertinggal. Untuk itu, Pemerintah Daerah dan masyarakat di daerah tertinggal berperan penting untuk melepaskan diri dari daerah ketertinggalannya.

“Salah satu cara yang harus dilakukan adalah membuka akses infrastruktur jalan menuju desa tersebut. Dengan terbukanya infrastruktur, perekonomian dan pertumbuhan desa semakin berkembang,” ujar Menteri PDT (Pembangunan Daerah Tertinggal), Helmy Faishal Zaini dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Musirawas.

Baca juga: Pemerintah didesak segera tuntaskan Jalan Tol Trans Sumatera dan Penetapan bencana nasional tidak usah tunggu kedatangan Presiden SBY

Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) segera mengentaskan tiga kabupaten di Propinsi Sumatera Selatan. Yakni, Musirawas, Empat Lawang dan Lahat dari status daerah tertinggal. Hal itu lantaran kemajuan yang sudah ditunjukkan ketiga kabupaten tersebut dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan membangun infrastruktur daerah.

“Perkembangan Kabupaten Musirawas sangat bagus. PDRB kabupaten yang sudah mencapai Rp 8 triliun. Ini sudah selayaknya dilepaskan dari kategori daerah tertinggal,” kata Helmy Faishal Zaini

Meski demikian, kata Helmy, masih banyak desa-desa tertinggal di Sumatera Selatan yang juga harus diberdayakan untuk meningkatkan taraf kehidupan warganya. Helmy berharap, dengan program Bedah Desa seluruh daerah di Indonesia yang memiliki desa tertinggal tidak ada lagi. Sehingga, menjadi desa maju berkarya.

Bupati Mura Ridwan Mukti mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2006, jumlah desa tertinggal di Kabupaten Musirawas sebanyak 117 desa. Namun, pada 2010 jumlahnya menjadi 22 desa dan tahun 2011 tersisa menjadi 3 desa.

Dalam kunjungan ke Kabupaten Musirawas ini, Kementerian PDT juga pemberian bantuan serta meninjau lokasi binaan PDT. Di antaranya, bakti sosial dengan menggelar operasi katarak untuk 200 warga miskin di rumah sakit Dhuafa, meninjau lokasi bantuan KPDT serta melakukan penanaman serta melakukan penyadapan di Pohon Karet.

Sementara, dalam kunjungannya ke Kabupaten Lahat, Helmy berjanji akan memprioritaskan Lahat agar mendapat perhatian khusus untuk segera dilakukan perbaikan. Sebab, dengan sumberdaya alam yang melimpah, sudah semestinya Lahat bisa keluar dari kategori daerah tertinggal.

“Langkah awal kita distribusikan bantuan langsung dari pusat kepada Pemkab Lahat. Bantuan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” jelas Helmy.

Helmy mengatakan, Kabupaten Lahat bakal difokuskan pada dua aspek perbaikan yaitu infrastruktur serta pengembangan ekonomi untuk mendongkrak pendapatan masyarakat dan keluar dari zona ketertinggalan.
“Kontrak politik saya dengan presiden yaitu dalam jangka waktu kurang dari lima tahun kedepan sudah tidak ada lagi desa tertinggal, termasuk di Kabupaten Lahat,” tandasnya.

“Keberhasilan pemerintah pusat tentunya indikator dari keberhasilan pemerintah daerah dalam membangun daerahnya. Untuk itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dengan daerah,” paparnya.

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Lahat, Helmy juga menyaksikan pengukuhan pengurusan Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Lahat. Saat pengukuhan, Kementerian PDT juga memberikan bantuan berupa uang dan barang senilai Rp 12 miliar.

“Setelah melihat kondisi di lapangan (Kabupaten Lahat). Selanjutnya, akan kami dilaporkan kepada presiden untuk kemudian diambil sebuah kebijakan pembangunan strategis,” tegas Helmy.

Adapun bantuan yang digulirkan antara lain alat-alat kesehatan sebesar Rp 5 miliar, bantuan program unggulan kabupaten senilai Rp 3 miliar. Program bedah desa, pembangunan jalan, usaha tani dan pembuatan kandang sapi senilai Rp 1,8 miliar serta bantuan transportasi desa tertinggal berupa 3 unit armada truk senilai Rp 860 juta. @hidayat




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty