x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Ribuan Warga dari Empat Desa Lurug Kantor Bupati

Gawat! Pembangunan PLTU Batang Langgar Perda Propinsi Jateng

Selasa, 24 April 2012 21:20 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Gawat! Pembangunan PLTU Batang Langgar Perda Propinsi Jateng - Ribuan Warga dari Empat Desa Lurug Kantor Bupati - Ist/Aksi demo menolak PLTU Batang

Ist/Aksi demo menolak PLTU Batang

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Ribuan warga yang berasal dari empat desa menolak pembangunan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Batang. Bahkan, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jl Pahlawan, juga dilurug oleh warga yang melakukan protes tersebut.

Ribuan warga yang menyatakan menolak itu dari Desa Ujungnegoro, Desa Karanggeneng, Desa Ponowareng dan Desa Roban, Kabupaten Batang.

Baca juga: Caleg PKPI Jateng II siap jadi pendamping masyarakat desa dan Mahasiswa dan 9 komplotan "sadis" bersenjata digulung di Jawa Tengah

Dalam aksi itu, 13 perwakilan diterima lagsung oleh Komisi D DPRD Jateng Wahyudi Nur Ali dan Kepala Dinas ESDM Propinsi Jateng Teguh Dwi Purnomo.

M Ali Tafrihan, Ketua Paguyuban Rakyat Batang Berjuang Untuk Konservasi (PRBBUK) menyatakan, jika rencana pembangunan PLTU Batang pada prinsipnya sangat dibutuhkan, terutama dalam rangka memenuihi energi listrik di Pulau Jawa, khusunya Propinsi Jateng. Namun demikian, rencana pembangunan PLTU Batang tetap harus memperhatikan dan memenuhi ketentuan peraturan yang ada.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Batang, untuk tapak calon lokasi PLTU Batang di Desa Karanggeneng, Kecamatan Kandeman, akan mengenai tanah sawah irigasi teknis (sawah subur) seluas 124.5 hektar. Padahal, lahan tersebut merupakan sumber mata pencarian utama masyarakat desa.

Dalam pembangunan PLTU diketahui bahwa kontruksi pembangunan menempati posisi di darat dan di laut. Yakni, untuk lokasi laut berupa kontruksi bangunan pengambilan air laut dan pembuangan air bahang, serta jetty dan coal conveyor, yang berada di kawasan Ujungnegoro Roban. Padahal, kawasan pantai tersebut telah ditetapkan sebagai kawasan lindung nasional, berupa taman wisata alam laut. Itu sesuai PP (Peraturan Pemerintah) Nomor: 26 Tahun 2008 tentang RTRW Nasional serta Perda Propinsi Jateng No.6 Tahun 2010 tentang RTRW.

Sementara, penetapan daerah pantai Ujungnegoro Roban sebagai kawasan lindung nasional berdasarkan penelitian dari pakar kelautan dan penelitian Undip (Universita Diponegoro) Semarang. Dan ditetapkan dalam Keputusan Bupati Batang Nomor: 523/283/2005 tanggal 15 Desember 2005 tentang penetapan kawasan konservasi laut daerah pantai Ujungnegoro Roban, Kabupaten Batang. Dengan koordinat pada jarak 4 mil laut, yakni barat 06.52.00 LS-109.44.00 BT dan timur 0652.00LS-109.49.00 BT sepanjang sekitar 7 KM.

Sedangkan, jika lokasi PKTU tetap di kwasan Ujungnegoro Roban maka hal itu dianggap tak sesuai dengan rencana tata ruang. Sehingga, Amdal tidak dapat dinilai dan wajib dikembalikan kepada pemrakarsa. Ini sesuai dengan pasal 4 ayat 3 PP No.27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan. @yuwana

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty