Ist/Gerbang masuk Kota Balikpapan
LENSAINDONESIA.COM: Asset milik Pemkot Balikpapan senilai Rp 4 triliun selama ini ternyata tak jelas keberadaanya. Bahkan, asset ‘siluman’ yang selama ini tak diketahui publik itu hingga kini sulit dipertanggungjawabkan.
Untuk itu, Walikota Balikpapan Rizal Effendi meminta BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) segera mengusut dan menginventarisir asset-asset tersebut.
“Ini kritikan dari DPRD soal asset kita yang menjadi masalah terus. Itu menjadi kelemahan selama ini yang berujung pada laporan keuangan pemkot masih merah atau WDP (Wajar dengan Pengecualian) selama tiga tahun berturut-turut. Saya yakin, dengan satu pintu, pengelolaan asset jauh efektif,” ujar Walikota Rizal Effendi.
Sementara, Kepala BPKAD Balikpapan Fauzi, mengaku akan tetap fokus menginventarisir semua asset melalui SKPD, yang belakangan diketahui senilai Rp 4 triliun.
“Bisa lebih, karena belum semuanya. Kita masih inventarisasi menggunakan sistem elektronik. Para SKPD sudah menghitung baru 80 persen. Itu semua asset, termasuk ke depan yang kita lewati masuk hitungan juga,” tandas Fauzi.
Menurutnya, asset yang ada paling banyak dari Dinas PU (Pekerjaan Umum) dan Dinas Pendidikan. “Paling banyak itu asset di PU dan Dinas Pendidikan. Dalam waktu dekat kita tuntaskan,” paparnya. @dae
22 menit yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu
3 jam yang lalu