x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Komunitas 'Buci' dan 'Andro' Meluas

Astaghfirullah, Demam Lesbian Merambah Pekerja Pabrik di Sukabumi

Sabtu, 28 April 2012 16:21 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Astaghfirullah, Demam Lesbian Merambah Pekerja Pabrik di Sukabumi - Komunitas 'Buci' dan 'Andro' Meluas - Buci & Andro -Ilustrasi LICOM

Buci & Andro -Ilustrasi LICOM

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Demam orientasi seksual sesama perempuan (lesbian) mulai melanda lapisan berbagai masyarakat di Kota Sukabumi, bahkan sampai pada ke pekerja pabrik khususnya di kawasan industri garmen yang mayoritas terdiri dari kaum hawa. Rasa suka terhadap sesama jenis saat ini menjadi fenomena tersendiri.

Prilaku seks seperti ini bisa terjadi sejak sejak lahir, sedangkan yang lainnya beranggapan bahwa itu merupakan suatu pilihan dalam kehidupannya. Lesbianisme juga didefinisikan bukanlah sekedar faktor alamiah, tetapi lebih kepada masalah preferensi seksual berdasarkan pengalaman perempuan yang tidak terjadi pada  suatu titik spesifik dalam hidup seorang perempuan. Itu bisa terjadi setiap saat, ketika beranjak remaja, dewasa, saat menjadi orang tua, ataupun di masa tua. Lesbian tidak mengenal kelas sosial, ia bisa jadi siapa saja, guru, perawat, model, aktris hingsa agamawan sekalipun.

Pantauan LICOM, lesbian di Kota Sukabumi ada yang berpenampilan seperti layaknya laki-laki, dikenal dengan sebutan ‘Buci’, dan ada juga yang seperti wanita normal biasanya dikenal dengan sebutan ‘Andro’. Mereka ini saling menyukai sesama jenisnya dan menjalani hubungan sama layaknya seperti laki-laki dan perempuan.

Pengakuan RR, salah seorang ‘Buci’ yang juga pekerja Gament di Kota Sukabumi, asal mulanya dia menderita penyakit ini. “Saya suka dengan perempuan sejak berusia 10 tahun. Setelah tumbuh lebih dewasa, perasaan itu semakin kuat melekat dalam diri saya, ketika  bekerja, saya menemukan orang-orang  yang sama seperti saya,”ungkapnya.

RR mengakui  caranya  mendapatkan pasangan, dengan mendekati wanita normal kemudian merayu diberikan perhatian lebih dan cukupi kebutuhan hidup sasarannya, hingga si wanita itu luluh dan menjadi suka terhadap RR, hingga menjalin hubungan, dan hidup bersama tinggal satu rumah, menjaga satu sama lainnya.

“Sedikit pun saya tak punya perasaan suka terhadap laki-laki. Karena  merasa saya inilah sosok laki-laki, hanya saja tubuh saya perempuan,” ujar RR.

Ditengarai para penderita kelainan sex ini mempunyai perkumpulan atau komunitas tersendiri yang eksklusif di Kota Sukabumi, untuk mempererat hubungan dan rasa kesetia kawanan diantara sesama mereka.

Masyarakat pun mulai resah dengan menjamurnya gejala lebian tersebut, dan mengharapkan agar pemerintah dalam hal ini dinas terkait (dinas sosial) segera melakukan tindakan untuk melakukan penanggulangan, supaya penyakit masyarakat ini tidak menyebar, dan merusak generasi muda.*umar

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty